Proses Penjemuran Jadi Tahap Penting Produksi Tembakau

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Penjemuran atau pengeringan dinilai merupakan salah satu tahapan terpenting dalam proses produksi tembakau. Jika dilakukan dengan baik dan benar, akan menghasilkan citarasa yang nikmat, begitupun sebaliknya.

“Penjemuran ini juga sangat bergantung pada cuaca. Makanya orang sebut tembakau itu tanaman setahun sekali, karena ditanam pada musim hujan dan di panen saat musim panas, agar penjemurannya maksimal,” ujar Emen, petani tembakau asal Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (5/7/2021).

Menurut  Emen, umumnya apabila cuaca bersahabat, tembakau akan dijemur selama 2 minggu, atau ketika warnanya sudah mulai tampak kecoklatan.

“Kalau saya patokannya itu cuma waktu saja. Pokoknya dua minggu cukup, tidak boleh lebih karena akan mempengaruhi rasa tembakaunya, kalau terlalu lama tidak enak. Tapi syaratnya cuaca bagus,” jelas Pak Emen.

Di samping itu, tahapan penting lain yang patut dilakukan adalah proses pengembunan. Meskipun tidak harus dijalankan setiap hari, namun minimal dilakukan tiga kali dalam seminggu.

“Pengembunan itu dimulai jam setengah 5 subuh atau paling lambat jam 5 subuh. Jadi embun dibiarkan meresap ke tembakau. Kalau ini dilakukan, nantinya jam 11 siang jangan dijemur, harus ditutup tembakaunya. Ini yang akan membuat aroma tembakau nikmat sekali,” jelas  Emen.

Berkat tata cara produksi semacam itu, banyak penikmat tembakau, khususnya di wilayah Arjasari yang memuji citarasa tembakau milik Emen. Juhana misalnya.

Selain enak, harga tembakau yang dijual Emen pun relatif murah. Satu sasak atau sekitar setengah kilogram tembakau, hanya dijual Rp25.000.

“Satu sasak itu cukup untuk sebulan,” pungkas Juhana.

Lihat juga...