Psikiater: Pemakai Sabu akan Terganggu Secara Fisik dan Cenderung Hiperaktif

JAKARTA — Setelah penangkapan artis NR dan suaminya, AB, serta sang sopir ZN, pada Rabu (7/7) karena kedapatan mengonsumsi sabu-sabu, banyak warganet menyoroti fisik NR yang tampak berbeda, yakni wajah pucat dan mata lesu.

Tak hanya itu, NR juga tampak lebih kurus dalam sebuah video yang ia bagikan di media sosial. Benarkah hal tersebut merupakan ciri-ciri orang yang mengonsumsi sabu?

Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa Klinik Angsamerah dr Ratna Mardiati, SpKJ, wajah pucat dan mata lesu memang termasuk ciri-ciri orang yang mengonsumsi narkoba, khususnya sabu-sabu.

Ratna lalu menjelaskan bahwa orang yang mengonsumsi sabu juga memiliki badan kurus, cenderung hiperaktif dan tidak jelas saat berbicara.

“Ngomongnya ngelantur, enggak jelas. Mungkin awal-awal masih bisa nyambung beberapa detik, tapi enggak lama dia ngelantur,” kata dr Ratna saat dihubungi di Jakarta melalui telepon, Kamis (8/7) malam.

Lebih lanjut, dr Ratna mengatakan, selain berdampak pada ciri fisik yang berbeda, orang yang mengonsumsi sabu juga akan terganggu secara psikologis.

“Kalau psikologisnya, dia akan lebih sensitif, mudah tersinggung, mudah marah-marah,” ujar dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Sebelumnya, diketahui artis NR dan suaminya, AB, ditangkap usai polisi menggeledah supir pribadi mereka, NZ, dan menemukan satu klip narkotika jenis sabu. ZN lalu mengatakan kepada polisi bahwa barang haram tersebut merupakan milik NR.

Setelah menggeledah kediaman NR dan AB, polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 0,78 gram beserta alat hisap. Saat menjalani tes urin, pasangan itu diketahui positif metamfetamin.

Kepada polisi, NR lalu mengaku bahwa ia kerap mengonsumsi sabu bersama suaminya, AB, dan sopir pribadinya, NZ, bersama-sama sejak 5 bulan terakhir. Kini, ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. [Ant]

Lihat juga...