PTM Ditunda, SMP di Banjarbaru Kalsel Siapkan Pembelajaran Daring

Ketua MKKS SMP Banjarbaru, Undi Sukarya - Foto Ant
BANJARMASIN – Keputusan Wali Kota Banjarbaru, H M Aditya Mufti Ariffin, menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM), disikapi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan sederajat dengan menyiapkan pembelajaran dalam jaringan (daring). 

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh kepala sekolah SMP dan sederajat terkait penundaan PTM, sehingga setiap sekolah menyiapkan pembelajaran daring,” ujar Ketua MKKS SMP, Undi Sukarya, Sabtu (10/7/2021).

Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Banjarbaru itu, pembelajaran dalam jaringan dilakukan agar setiap siswa tetap mengikuti proses belajar mengajar, meskipun tidak tatap muka tetapi melalui jaringan internet. Materi pembelajaran daring, diberikan guru kelas sesuai materi dan kurikulum setiap jenjang pendidikan, sehingga meski pun tidak masuk sekolah tetapi siswa tetap mendapatkan ilmu meski di rumah.

“Harapan kami, siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan baik dan orang tua juga tetap mengawasi anaknya saat proses pembelajaran berjalan agar mereka tetap mendapatkan ilmu dan pengetahuan,” pesannya.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, membawahi 37 sekolah terdiri dari 26 sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta. Serta 11 sekolah setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dan swasta.

Sebelumnya, Wali Kota Banjarbaru, H M Aditya Mufti Ariffin, memutuskan untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka seluruh jenjang pendidikan, sampai batas waktu yang belum ditentukan guna mencegah penularan COVID-19. “Kami memutuskan menunda PTM seluruh sekolah di Banjarbaru sesuai pernyataan Penjabat Gubernur Kalsel, yang belum membolehkan sekolah di Kalsel melaksanakan PTM,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan itu, akan diterbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota yang akan menjadi dasar hukum bagi setiap sekolah untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sebelumnya, direncanakan PTM akan dilaksanakan mulai 12 Juli 2021, tetapi setelah adanya pernyataan Pj Gubernur Kalsel, karena melihat tingginya penularan COVID-19, kebijakan belajar di sekolah menjadi ditunda.

“Kami memahami keputusan yang diambil Pj Gubernur Kalsel dan juga tidak ingin jika PTM dilaksanakan malah menjadi biang meningkatnya penyebaran COVID-19 di Banjarbaru,” ucap Ovie, sapaan akrab Wali Kota Banjarbaru. (Ant)

Lihat juga...