Puluhan Nakes di Sikka Positif COVID-19

Editor: Maha Deva

MAUMERE – Sebanyak 86 Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan positif COVID-19. Meski mereka harus menjalani isolasi, pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan diklaim tidak terganggu.

“Posisi ,Jumat (9/7/2021) sebanyak  86 orang Nakes yang positif COVID-19, dan sedang  menjalani isolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Sabtu (10/7/2021).

Petrus menyebut, para Nakes tersebut sedang diisolasi di Puskesmas maupun mandiri di rumahnya masing-masing. Mereka terdirid ari empat orang dokter, sisanya berasal dari perawat, bidan, tenaga farmasi dan tenaga kesehatan lainnya. Para nakes tersebut tersebar di 11 Puskesmas, namun ada juga yang bertugas di RS TC Hillers Maumere. “Hari ini dilakukan swab terhadap kontak erat. Semua Nakes sedang menjalani isolasi di Puskesmas dan rumah masing-masing tapi pelayanan di fasilitas kesehatan tetap berjalan,” ucapnya.

Petrus menyebut, peningkatan kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sikka, menyebabkan ruang isolasi  di tiga rumah sakit rujukan dipenuhi pasien. Sehingga ada yang harus ditambah tempat tidurnya. Kepada 25 kepala Puskesmas, diminta menyiapkan satu ruangan emergency, selain ruang isolasi. Hal itu dibutuhkan, jika kasusnya meningkat, maka perawatannya harus ditahan di Puskesmas.

“Untuk pasien COVID-19 dengan gejala sedang, ditangani di rumah sakit second line , yakni RS Santo Gabriel Kewapante dan RS Santa Elisabeth Lela. Sementara gejala berat, dirujuk ke RS TC Hillers dan manajemen penanganan pasien ini sudah berjalan,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka,NTT, Petrus Herlemus saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan El Tari Maumere,Sabtu (10/7/2021).Foto : Ebed de Rosary

Petrus menyebut,mulai Senin (12/7/2021), semua Puskesmas yang ada sinyal internet, sudah bisa melakukan rapid antigen sendiri. Dan tidak lagi harus dilakukan di Laboratorium Dinas Kesehatan di Kota Maumere. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang rujuk ke rumah sakit harus mengantongi surat rapid antigen.

Total Nakes di Kabupaten Sikka, saat ini disebutnya ada sebanyak 1.870 orang. Dan saat ini sedang diusulkan penambahan relawan dan sedang dalam perekrutan. “Kita sudah minta penambahan relawan untuk bertugas di Dinas Kesehatan dan RS TC Hillers Maumere. Untuk sementara kita usulkan penambahan sebanyak 80 orang,” terangnya.

Mengenai perubahan perilaku masyarakat, terus dilakukan edukasi dan hal itu menjadi kewenangan Dinas Kominfo Sikka, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Di Satgas COVID-19 ada delapan bidang dan Dinas Kesehatan bekerja sesuai kewenangannya, sehingga sinergitas di Satgas COVID-19 lebih dipertajam,” harapnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefine Francis mengharapkan, masyarakat terus menjalankan protokol secara ketat. Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sikka mengalami peningkatan, dan saat ini sudah masuk ke klaster keluarga, dimana antara sesama anggota keluarga atau di dalam satu rumah sudah saling menularkan. “Kita harapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat mengingat adanya peningkatan kasus positif Covid-19 dan kasus kematian sebulan belakangan ini,” pungkasnya.

Lihat juga...