Puting Beliung Terjang Natuna, 17 Rumah Warga di Desa Sepempang Rusak

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran mengevakuasi pohon tumbang menimpa rumah warga akibat puting beliung di Desa Sepempang, Natuna, Kepri, Rabu (14/7/2021) -foto Ant

NATUNA – Cuaca ekstrem yang memicu puting beliung berskala ringan, merusak sekitar 17 rumah warga di Desa Sepempang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (14/7/2021).

“Kejadian ini tidak menimbulkan adanya korban jiwa, namun kerugian materil diprediksi mencapai ratusan juta rupiah,” Kata Kepala Seksi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna, Elkadar Lismana, Rabu (14/7/2021).

Warga tidak dievakuasi, tapi bertahan di rumah masing-masing. Karena, kerusakan rata-rata hanya pada bagian atap rumah. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 08.30 WIB. puting beliung juga memicu pohon tumbang dan mengenai beberapa rumah warga yang ada di tepi jalan besar. Pohon yang tumbang dilaporkan diantaranya pohon mangga dan sukun.

Kejadian tersebut dilaporkan warga kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna. Dan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak menuju lokasi dan melaksanakan upaya evakuasi dan penanganan bencana alam tersebut. “Hingga Magrib tadi, kami masih membersihkan puing-puing atap rumah warga dan pohon tumbang imbas puting beliung,” ujar Elkadar.

Personel TRC, hanya melakukan upaya pembersihan puing-puing di lokasi kejadian puting beliung. “Mudah-mudahan dari Dinas Sosial, akan membantu perbaikan kerusakan rumah warga imbas puting beliung ini,” tandas Elkadar.

Elkadar menyebut, beberapa hari terakhir ini angin kencang memang melanda pulau terluar di Indonesia itu. Apalagi jelang Agustus hingga September, biasanya cuaca ekstrem kerap terjadi di daerah tersebut. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar warga selalu waspada akan potensi bencana alam seperti puting beliung maupun gelombang tinggi. “Jadi tetap waspada dan kami pun gencar patroli keliling. Puting beliung tidak hanya berpotensi menerjang rumah warga di pinggir laut, tapi juga di darat,” pungkas Elkadar. (Ant)

Lihat juga...