‘Raga Desa’, Sarana Olah Raga dan Sosialisasi Remaja Lampung Selatan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pembangunan sarana olahraga desa (Raga Desa) di sejumlah desa di Lampung Selatan, menjadi fasilitas bagi remaja untuk melakukan aktivitas fisik setiap sore. Selain menyehatkan badan, olahraga bersama juga menjadi ajang sosialisasi.

Nurmansah, remaja di Dusun Jatisari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menyebut fasilitas lapangan sepak bola dan bola voli menjadi tempat melatih fisik setiap sore.

Sebelumnya, lapangan bola voli masiih berupa tanah di lahan milik desa. Melalui gotong royong dan swadaya, dana bersumber dari warga yang peduli olahraga, lapangan bola voli kini lebih memadai. “Selama ini, sarana olahraga di desa terbilang minim, sementara minat olahraga cukup tinggi. Lapangan yang berada di dekat area persawahan membuat udara lebih sejuk,” kata Nurmansah, saat ditemui Cendana News, Jumat (9/7/2021) sore.

Olahraga sepak bola dimanfaatkan oleh Nayasari (kiri), salah satu siswa kelas 8 SMP mengisi waktu libur di lapangan Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat (9/7/2021). -Foto: Henk Widi

Nurmansah menjelaskan, olahraga bola voli melatih kemampuan keterampilan, selain juga menyehatkan tubuh. Sejumlah teknik dasar olahraga bola voli melatih gerak tubuh. Teknik yang dilakukan meliputi service, passing, smash, block. Olahraga bola voli yang dilakukan di lapangan memadai, melatih remaja setempat mengasah kemampuan.

“Olahraga bola voli mengandalkan kemampuan fisik setiap individu, namun kerja sama tim diperlukan saat proses permainan antara dua tim dengan tujuan memenangkan pertandingan, kami juga kerap melakukan turnamen antardusun jelang HUT RI atau Agustusan, meski tahun ini ditiadakan,” terang Nurmansah.

Nurmansah bilang, olahraga bola voli bagi kesehatan fisik melatih otot kaki dan tangan. Bermain bersama remaja sebaya juga menjadi sarana bersosialisasi dengan kegiatan positif dan mengurangi stres. Sebagian remaja desa yang bekerja di sawah dan ladang menjadikan olahraga bola voli sarana berinteraksi sosial. Interaksi dilakukan dengan rekan satu tim serta lawan.

Memanfaatkan fasilitas olahraga di desa, Nurmansah dan sejumlah rekan kerap bermain jelang petang. Sebelum pandemi Covid-19, olahraga bola voli juga dilakukan hingga malam hari dengan fasilitas lampu penerangan. Agar lebih bisa memiliki teknik, latihan kerap mendatangkan instruktur yang berpengalaman.

“Sparing atau mencari lawan tanding dari dusun lain juga jadi cara berlatih, melihat tim lain dalam bermain bola voli,” ulasnya.

Hendrawan, salah satu penghobi bola voli, menyebut sebelum olahraga perlu dilakukan pemanasan. Meski olahraga bola voli dilakukan pada skala rekreasi atau permainan, ia tetap harus melakukan peregangan.

“Pemanasan, peregangan dilakukan oleh setiap remaja yang akan bermain olahraga, agar meminimalisir cedera,” katanya.

Pemanfaatan fasilitas olahraga desa juga dilakukan oleh sejumlah remaja di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan.

Nayasari, salah satu siswa kelas 8 SMP Negeri di Penengahan, menyebut olahraga sepak bola dilakukan di desa setempat. Saat sore, lapangan yang luas dipergunakan untuk olahraga yang mulai diminati oleh anak-anak perempuan.

“Kami membentuk tim untuk bermain bola, tujuannya melatih fisik sekaligus rekreasi agar pikiran selalu fresh,”ulasnya.

Selain dilakukan oleh sejumlah perempuan, fasilitas lapangan sepak bola itu juga dimanfaatkan oleh anak-anak lain. Membagi lapangan menjadi beberapa bagian, menjadi cara agar anak-anak bisa bermain bola bersamaan.

Nayasari mengaku bisa melatih pernapasan, otot kaki dan berinteraksi dengan rekan sebaya saat olah raga sepak bola.

Lihat juga...