Ratusan Masyarakat Maritim di Sikka Disuntik Vaksin Sinovac

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Ratusan masyarakat maritim yang terdiri dari karyawan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere, Pelindo III Cabang Maumere, Kantor SAR Maumere, PT. Pelni, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) serta calon siswa TNI AL mengikuti vaksinasi Covid-19 di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi saat ditemui di Pelabuhan Laurens Say, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (6/7/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Hari ini kita melaksanakan vaksinasi tahap keempat yang diperuntukkan bagi masyarakat maritim,” kata Komandan Lanal Maumere, Kolonel Laut (P) Dwi Yoga Pariyadi saat ditemui di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (6/7/2021).

Dwi Yoga menjelaskan, selain bagi masyarakat maritim, Lanal Maumere juga akan memberikan vaksinasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Vaksin Sinovac juga sambungnya, akan diberikan kepada instansi vertikal lainnya di hari Rabu (7/7) besok serta masyarakat umum yang dilaksanakan Kamis (8/7) lusa.

Lanjutnya, semua peserta telah mendaftarkan diri terlebih dahulu baik di pos pendaftaran di Pangkalan TNI AL (Lanal) Maumere maupun di pos pendaftaran Pelabuhan Laurens Say Maumere, Senin (5/7) kemarin.

“Semua yang telah mendaftar akan dilayani guna mendapatkan suntikan vaksin Sinovac. Kita menargetkan dalam sehari akan memberikan vaksinasi terhadap 500 orang,” ungkapnya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Yosefine Francis mengapresiasi langkah pemberian vaksinasi Covid-19 bagi karyawan pemerintah, swasta maupun masyarakat umum.

Clara mengakui, hingga Senin (5/7) tercatat sudah 23 warga Kabupaten Sikka meninggal akibat Covid-19, sehingga dirinya mengharapkan agar warga menaati protokol kesehatan secara ketat.

“Kami juga sedang mengkaji untuk membuat laporan ke polisi terkait provokator yang memakamkan secara paksa pasien Covid-19 di halaman rumah mereka di Kecamatan Mego,” tuturnya.

Clara mengakui,bagian hukum Setda Sikka sedang membuat kajian hukum atas rencana laporan tersebut dimana pihaknya akan melaporkan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

“Kita juga akan melaporkan kasus penolakan terhadap satgas Covid-19 Kabupaten Sikka yang sedang menjalankan tugasnya,” ucapnya.

Lihat juga...