Ratusan Remaja Usia 12-17 Tahun di Denpasar Divaksin COVID-19

Suasana vaksinasi untuk remaja usia 12-17 tahun yang digelar oleh Kodam IX/Udayana di Gor Praja Raksaka, Kepaon Denpasar, Senin (5/07/2021) - foto Ant

DENPASAR – Ratusan remaja di Kota Denpasar, Bali, yang berusia 12 sampai 17 tahun, telah divaksin COVID-19. Vaksin yang disuntikan dari  jenis Sinovac, oleh Kodam IX/Udayana.

“Hari ini remaja dari rentang usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 750 orang telah tervaksinasi. Jumlah ini terbanyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Lalu diikuti dengan jumlah masyarakat dewasa sebanyak 1.750 orang,” kata Kakesdam IX/Udayana, Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, Senin (5/7/2021).

Dari 2.500 orang target sasaran vaksin di Senin (5/7/2021), terbagi menjadi remaja usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 750 orang, yang datang dengan membawa kartu keluarga (menyerahkan foto copy KK) dan masyarakat dewasa sebanyak 1.750 orang.

Pada kegiatan itu, Kesdam IX/Udayana mengerahkan tenaga vaksinator sebanyak 70 orang atau terdiri dari tujuh tim. Mereka terdiri dari tenaga dari Kesdam IX/Udayana 50 orang dan Biddokkes Polda Bali sebanyak 20 orang.

Vaksinasi COVID-19 yang disediakan Kodam IX/Udayana terdiri dari Sinovac dan AstraZeneca, yang akan disesuaikan dengan perolehan vaksin sebelumnya. Serbuan vaksinasi ini rencananya akan diperpanjang, untuk mempercepat capaian vaksinasi di wilayah Bali, NTT dan NTB.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat edaran terkait panduan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang berlaku bagi kelompok sasaran usia anak 12 hingga 17 tahun. Surat Edaran tersebut bernomor HK.02.02/I/ 1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3, yaitu Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak usia 12-18 tahun akan dimulai pada 7 Juli 2021, atau bertepatan dengan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional. “Nanti 7 Juli akan kita launching, sekaligus kegiatan Hari Keluarga Nasional,” kata Bobby, Senin (5/7/2021).

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-18 di Kota Medan, akan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Mereka akan menjadi pendamping anak, saat divaksin. “Karena selama ini kan vaksinasi hanya dokter umum saja, apakah nanti harus ada dokter anak. Hal-hal seperti ini terus kita pelajari, kita koordinasikan bagaimana teknis pelaksanaan saja,” ujarnya.

Wali Kota menyebut, teknis pemberian vaksin khusus anak-anak ini nantinya tidak dilakukan secara massal, seperti pada saat pemberian vaksinasi untuk usia dewasa. “Kalau anak anak diperlakukan seperti itu, tentunya anak-anak enggak nyaman, ada ketakutan dan segala macam. Skema pemberian vaksin akan berbeda karena treatment ke anak-anak kan berbeda,” katanya. (Ant)

Lihat juga...