Ribuan Pedagang Mie Bakso di Kota Semarang, Tutup

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang, menyebabkan ribuan pedagang mie bakso di Kota Semarang harus menutup usaha sementara. Hal ini disebabkan adanya pembatasan jam operasional usaha, yang hanya sampai pukul 20.00 WIB.

“Di Kota Semarang ada sekitar 4.000 pedagang mie ayam bakso yang bergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie Bakso Indonesia (Apmiso). Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya memilih tutup sementara selama PPKM darurat,” papar Plt Ketua Asosiasi Pedagang Mie Bakso Indonesia (Apmiso), Lasiman, saat dihubungi di Semarang, Selasa (20/7/2021).

Dipaparkan, mayoritas pedagang mie bakso yang tutup tersebut merupakan mereka yang memiliki warung atau lapak jualan. Meski ada juga pedagang bakso dan mie ayam keliling, yang juga ikut tidak berjualan.

“Pedagang bakso mie ayam keliling ini rata-rata berjualan dari sore hingga malam hari. Dengan adanya pembatasan jam operasional, mereka jadi tidak punya cukup waktu untuk berjualan. Akibatnya, hasil penjualan menurun,” terang Lasiman.

Plt Ketua Asosiasi Pedagang Mie Bakso Indonesia (Apmiso), Lasiman, saat dihubungi di Semarang, Selasa (20/7/2021). –Foto: Arixc Ardana

Tidak hanya itu, terkadang pembeli juga merasa kurang sreg (berkenan-red) jika beli bakso atau mie ayam dibawa pulang.

“Rasanya lebih enak kalau dimakan di tempat. Ya itu sugesti juga, namun memang kenyataannya seperti itu,” terangnya.

Sementara dengan adanya aturan tidak boleh makan di tempat atau harus dibungkus, menjadikan peminat atau pembeli pun menurun. Adanya razia petugas gabungan Satgas Covid-19 yang terdiri dari Satpol PP, Kepolisian , TNI dan unsur lainnya, juga menjadikan pedagang was-was.

“Ya ada rasa was-was juga kalau didenda, karena melanggar. Apalagi, kalau sampai dikenai kurungan penjara. Jadi, lebih banyak yang memilih untuk menutup warung usahanya,” tambahnya.

Meski demikian, dari satu sisi pihaknya tetap mendukung program pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Namun, di sisi lain Apmiso juga berharap ada kelonggaran dalam pelaksanaan PPKM darurat.

Hal senada juga disampaikan salah seorang pedagang bakso keliling, Irawan. Dirinya mengaku selama PPKM darurat, pendapatannya menurun drastis. Terutama dengan banyak jalan perumahan yang diportal, sehingga dirinya tidak bisa masuk.

“Banyak yang saat ini jalan masuknya diportal atau ditutup. Jadi, tidak bisa masuk. Pembatasan jam jualan demikian. Biasanya bisa berjualan hingga jam 9-10 malam, sekarang hanya bisa sampai pukul 8 malam. Apalagi, saya jualannya model shift, jadi jualan siang sampe sore, kemudian sore sampai malam gantian dengan teman pedagang yang lain,” tandasnya.

Imbasnya, kata dia, omzetnya turun sekira 30 persen. “Ya harapannya, sekarang ini bisa ada kelonggaran PPKM, biar usaha bisa tetap berjalan,” pungkas Irawan.

Lihat juga...