RS Lapangan Tembak Surabaya Mulai Beroperasi

SURABAYA — Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) yang menampung warga terpapar COVID-19 di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, mulai beroperasi Minggu sore.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa mulai Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB, Rumah Sakit Lapangan Tembak akan diisi oleh pasien COVID-19 yang direkomendasikan oleh RSUD Sowandhie. Artinya, tidak diperuntukkan bagi masyarakat yang datang secara tiba-tiba di RSLT.

“Jadi, pasien yang di RSUD Soewandhie dikurangi, bagi pasien yang kondisinya mulai membaik, tinggal tunggu hasil PCR-nya negatif, bisa dipindahkan ke sini. Selain itu, yang antre di IGD yang sudah mulai membaik, akan ditarik dan akan diletakkan di RSLT ini,” kata Eri.

Menurut dia, di RSLT ini sudah disediakan oksigen beserta tempat tidur sebanyak 200 unit, sehingga pasien di RSUD Sowandhie yang kondisinya mulai membaik dan tidak butuh perawatan yang berat, bisa dibawa ke RSLT ini.

“Itu artinya, nanti di RSUD Sowandhie ada pengurangan pasien yang dirawat di IGD dan kamar-kamar. Sehingga saya perlu sampaikan juga bahwa warga Surabaya yang nantinya akan melakukan pemeriksaan, harus dilakukan di IGD RSUD Sowandhie dulu, karena di sini tidak ada pemeriksaan lengkapnya, seperti lab dan sebagainya,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa sekitar pukul 15.00 WIB, ada sekitar 90 orang yang akan dibawa ke RSLT itu. Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB datang lagi 90 orang lagi. Sehingga ia berharap pelayanan di IGD RSUD Sowandhie bisa lebih maksimal untuk warga Surabaya yang mengalami gejala berat.

“Jadi, fungsinya RSLT ini memang untuk mengurai dan mengurangi beban di RSUD Sowandhie,” katanya.

Ke depannya, lanjut dia, rujukan pasien dari puskesmas pun harus ke RSUD Sowandhie terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan lengkap. Sebab, di RSLT itu belum dilengkapi laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lengkap.

“Jadi, saya harap pasien itu tenang dulu. Jadi jangan langsung berpikir akan langsung dilarikan ke RSLT, nanti malah bingung, karena di sini tidak ada lab-nya, tidak bisa rontgen juga, sehingga alurnya kira-kira seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Eri juga memastikan bahwa nantinya di lantai 2 RSLT itu juga akan diisi oleh pasien COVID-19 yang OTG atau gejala ringan. Sehingga ketika ada warga yang positif COVID-19 tapi gejala ringan, bisa langsung dibawa ke Asrama Haji atau bisa juga dibawa ke RSLT ini.

“Yang OTG ini nanti akan kita tempatkan di lantai 2, sudah kami siapkan juga,” katanya. (Ant)

Lihat juga...