RSUD Marsidi Judono Khusus Layani Pasien Corona

BELITUNG  – Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Belitung, Sahani Saleh, mengatakan, RSUD Marsidi Judono Belitung siap ditetapkan menjadi rumah sakit khusus untuk menangani pasien COVID-19 dikarenakan meningkatnya kasus positif virus Corona dalam beberapa hari terakhir.

“Sedangkan bagi pasien-pasien non COVID-19 untuk sementara ini kami alihkan ke rumah sakit swasta yang lain sampai kondisi kembali normal,” katanya di Tanjung Pandan, Minggu.

Menurut Sahani Saleh, dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di daerah itu meningkat sehingga membuat kapasitas ruang isolasi di RSUD Marsidi Judono Belitung berkurang maka langkah yang diambil adalah membuka ruang isolasi baru.

“Kami sudah menerima surat laporan dari Direktur RSUD mengenai kondisi saat ini memang sudah penuh dan terbatas baik dari peralatan seperti tempat tidur dan tenaga medis,” ujarnya.

Selain itu, pihak RSUD Marsidi Judono Belitung juga telah mengalihtugaskan sejumlah tenaga kesehatan di ruang perawatan non COVID-19 untuk ditugaskan di ruang isolasi COVID-19.

“Maka RSUD Belitung akan fokus untuk melayani pasien COVID-19 penyakit non COVID-19 dialihkan ke rumah sakit swasta lain,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Marsidi Judono Belitung, dr. Hendra, Sp.An di Tanjung Pandan, Rabu mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat pemeberitahuan awal kepada ketua Satgas COVID-19 Belitung mengenai kondisi penanganan COVID-19 di rumah sakit tersebut.

“Kalau sampai harus menutup rumah sakit hanya untuk COVID-19 tentu nanti ada surat resmi dari ketua gugus tugas dan itu pun situasinya sudah benar-benar tidak terkendali parameternya adalah kapasitas isolasi kami yaitu 86 tempat tidur,” katanya.

Ia mengatakan, prinsipnya RSUD Marsidi Judono akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pasien COVID-19 dan non COVID-19 namun tetap memegang teguh prinsip keselamatan dan keamanan pasien, pengunjung dan tenaga medis.

“Memaksakan pelayanan tanpa rasio yang ideal antara pasien, sarana prasarana dan tenaga medis dikhawatirkan malah akan menimbulkan masalah lain pasien tidak tertangani dengan baik dan nakes bertumbangan karena kelelahan,” ujar dia. (Ant)

Lihat juga...