Rumah Isolasi Bahagia Unsoed Hampir Penuh

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dua minggu dibuka, rumah isolasi bahagia (Risoba) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berkapasitas 80 orang sudah nyaris penuh. Risoba sengaja dibuka untuk memfasilitasi para mahasiswa dan civitas akademika yang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

Salah satu inisiator Risoba Unsoed, Dyah Susanti, mengatakan Risoba bertujuan untuk memfasilitasi civitas akademika Unsoed yang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi tidak memungkinkan dilaksanakan di rumah sendiri. Termasuk di tempat kost, karena berbagai faktor.

“Sekarang rumah sakit ataupun tempat karantina penuh, padahal pada beberapa kasus ada yang tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, mungkin karena jumlah penghuni rumah cukup banyak atau ada balita. Termasuk mahasiswa yang terpapar dan tidak mungkin isolasi di tempat kost. Sehingga kita berusaha memfasilitasi melalui Risoba ini,” tuturnya, Minggu (18/7/2021).

Risoba yang digagas oleh tim pendampingan adaptasi kebiasaan baru Unsoed ini menempati gedung Rumah Susun Mahasiswa (Rusunama)  yang saat ini tidak berpenghuni.

Salah satu inisiator Risoba Unsoed, Dyah Susanti di Purwokerto, Minggu (18/7/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Dyah, Risoba Unsoed mulai dibuka pada awal bulan Juli lalu dengan daya tampung sekitar 80 orang, karena persiapan ruangan dilakukan secara bertahap. Namun, memasuki pertengahan bulan Juli ini penghuni yang menjalani isolasi di Risoba Unsoed sudah banyak.

“Sudah hampir penuh, dengan kapasitas 80 orang, karena peningkatan kasus Covid-19 sekarang ini memang sedang tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Risoba Unsoed, Tyas Retno Wulan, mengatakan, Risoba Unsoed berusaha menghadirkan tempat isolasi yang kondusif bagi proses pemulihan pasien Covid-19, yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga terpantau dari aspek klinis, logistik dan kondusif secara psikologis.

Untuk penyediaan  logistik bagi penghuni Risoba Unsoed, lanjutnya, bersumber dari donasi warga Unsoed, alumni dan masyarakat umum dalam berbagai bentuk. Kebersamaan yang tergalang dari berbagai pihak, menghidupkan konsep yang telah digagas lama ini, dan memberi manfaat besar bagi civitas akademika Unsoed, khususnya mahasiswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Bagi mahasiswa yang menjalani isolasi di Risoba, mendapatkan pendampingan kesehatan secara daring dari tim monitoring kesehatan Unsoed, yang terdiri dari dokter, perawat, dan psikolog yang dikoordinasi oleh Annas Sumeru. Jika dalam masa isolasi terdapat penghuni yang mengalami penurunan kondisi kesehatan, tim pendamping monitoring kesehatan melalui Tim Pendampingan AKB Unsoed akan berkoordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan Banyumas untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Lihat juga...