Rumah Sakit Darurat Covid UMP Siap Beroperasi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO —Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dalam waktu dekat akan dioperasikan setelah mengantongi Surat Keputusan (SK) Bupati Banyumas. Selain perawatan medis, RSDC UMP juga memberikan pelayanan mental dan spiritual bagi para pasien Covid-19.

Rektor UMP, Dr Jebul Suroso mengatakan, RSDC UMP melibatkan banyak fakultas dan tenaga kesehatan UMP, mulai dari Fakultas Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, Psikologi hingga Fakultas Agama Islam. Sehingga pelayanan yang diberikan lengkap, mulai dari pelayanan medis hingga pendampingan psikologis serta spiritual.

“Pasien Covid-19 tidak hanya membutuhkan perawatan secara medis saja, tetapi mereka juga butuh pendampingan secara psikologis untuk menguatkan mental, serta pendampingan spiritual. Dan di RSDC UMP ini semuanya kita berikan,” jelas Rektor UMP, Selasa (27/7/2021).

Rektor UMP, Dr Jebul Suroso di kantornya, Selasa (27/7/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Dr Jebul menyampaikan, daya tampung RSDC UMP sebanyak 100 pasien. Untuk tenaga medis disediakan empat orang dokter umum, empat orang dokter spesialis, 40 orang perawat serta tenaga psikologis dan pendampingan spiritual.

RSDC UMP, sesuai dengan SK Bupati Banyumas, akan melayani pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. Untuk gejala berat akan dirujuk ke rumah sakit lain.

“SK bupati untuk operasional RSDC UMP sudah turun, kita juga sudah menyiapkan cukup lama, tinggal menunggu kesiapan prasarana beberapa alat kesehatan saja. Dalam 1-2 hari, atau maksimal pekan depan RSDC UMP sudah siap beroperasi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasinya terhadap UMP yang terus mengambil peran sebagai kampus kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19. Wabup menyampaikan, saat ini tingkat kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Banyumas masih terbilang tinggi, sehingga keberadaan rumah sakit darurat sangat diperlukan, di tengah kondisi rumah sakit yang juga penuh pasien Covid-19.

“Angka kematian kita masih tinggi, hal tersebut dipicu masuknya varian baru delta, sudah ada 6 orang yang dari hasil pemeriksaan medis terdeteksi terpapar varian delta. Namun, jika melihat banyaknya pasien Covid-19 dengan gejala berat dan tingginya angka kematian, kemungkinan varian delta sudah menyebar lebih luas lagi,” kata Wabup.

Berdasarkan hasil diskusi virtual dengan bupati Kudus serta Pati yang pernah mengalami banyaknya varian delta di daerahnya, tren varian baru ini akan menurun memasuki 6 minggu. Dan Banyumas saat ini baru masuk minggu ketiga, sejak terdeteksinya varian delta.

“Kita berharap di Banyumas, varian delta tidak sampai 6 minggu sudah menurun. Dan untuk mencegah angka kematian, penanganan pasien Covid-19 dengan gejala berat, sebaiknya dipercepat, dalam arti jangan sampai pihak keluarga terlambat membawanya ke rumah sakit.”jelasnya

Selain itu support psikologis dari keluarga juga sangat dibutuhkan, karena pada umumnya pasien Covid-19 yang bergejala parah, mentalnya akan down. “Sehingga keberadaan layanan psikologis dan spiritual di RSD UMP merupakan terobosan baru untuk meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Covid,” pungkas Sadewo.

Lihat juga...