Sampah Sebabkan Tunas Baru Mangrove Kesulitan Tumbuh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sedimentasi atau pendangkalan aliran sungai Way Balau, area mangrove di bagian pantai bertambah oleh sampah. Pemandangan itu terjadi di sepanjang aliran sungai hingga bagian muara di Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Hal ini menyebabkan mangrove jenis api api sulit menumbuhkan tunas baru.

Sudarto, salah satu warga setempat mengatakan, saat pasang gelombang air laut sampah plastik, potongan kayu dari aktivitas masyarakat terjebak di akar mangrove. Sebagian sampah botol plastik masih bisa dimanfaatkan.

“Jenis sampah plastik kemasan paling banyak hinggap pada vegetasi mangrove api api yang memiliki akar napas, sehingga akan menghambat pertumbuhan tunas baru, penumpukan sampah selama puluhan tahun berimbas sedimentasi pada aliran sungai sehingga sejumlah perahu nelayan sulit sandar, terutama saat surut karena lumpur semakin menebal bersama sampah,” ulas Sudarto saat ditemui Cendana News, Rabu (14/7/2021)

Sudarto bilang ekosistem mangrove sebutnya mampu bertahan hidup ketika lingkungan sekitar bersih, tidak tercemar sampah organik dan non organik.

Teddy, warga Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang yang tinggal di dekat sungai Way Bakau menyebutkan, dampak paling nyata dari penambahan volume sampah dirasakan warga pesisir.

“Dominan sampah berasal dari aliran sungai terutama saat musim penghujan lalu terdampar di pantai,” ulasnya.

Ketua paguyupan pamong Panjang Utara itu mengaku masyarakat telah melakukan sejumlah langkah. Didaulat sebagai kampung iklim, setiap warga diberi tempat sampah di depan rumah dan metode pengolahan. Sebagian diolah menjadi kompos dan plastik jadi ecobrick.

Teddy, ketua paguyuban pamong dusun di Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung saat memperlihatkan sampah yang terdampar oleh gelombang laut, Rabu (14/7/2021). Foto: Henk Widi

Teddy bilang Teluk Lampung mendapat kiriman dari aliran sungai di kabupaten Lampung selatan, Pesawaran dan Kota Bandar Lampung. Imbas arus laut membawa sampah dari wilayah lain, pantai dipenuhi sampah. P

“Nelayan kerap mendapatkan ikan bercampur sampah, dengan jumlah ikan terbatas,” ulasnya.

Sulitnya menghalau sampah plastik dan jenis lain diakui Rusmadi dan sejumlah nelayan Panjang Utara. Keberadaan kapal penangkap sampah yang dioperasikan di sekitar perairan belum efektif.

Penambahan volume sampah sebutnya bisa berlangsung setiap menit dari aliran sejumlah sungai. Sementara pembersihan dilakukan berkala. Imbasnya volume sampah terus meningkat.

Bagi nelayan tangkap, keberadaan sampah akan menghasilkan mikro plastik. Jenis kemasan makanan, minuman yang hancur kerap termakan ikan. Bagi sejumlah nelayan yang membudidayakan kerang hijau sampah merusak tali budidaya.

Lihat juga...