Satgas Covid-19 Sikka Berniat Proses Hukum Pelanggar Prokes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di kantornya, Jumat (2/7/2021). Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mempersiapkan berkas laporan ke Polres terkait pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) yang dilakukan warga Lekebai Kecamatan Mego.

“Kami sedang menyiapkan berkas untuk segera dilaporkan ke Polres Sikka terkait pelanggaran Protokol Kesehatan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr .Clara Yosefine Francis, MPH saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

Clara menegaskan, kasus pelanggaran harus ditindak karena ketika dibiarkan maka masyarakat menganggap biasa-biasa saja dan akan ada pelanggaran lainnya.

Ia katakan, masyarakat juga mengetahui bahwa pemerintah bekerja sesuai aturan dan ketika ada pelanggaran maka ada sanksinya.

“Dalam organisasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ada struktur penindakan dan penegakan hukum. Semua data sedang dalam kajian bagian hukum dan segera kami serahkan ke Polres Sikka ketika sudah selesai dibuatkan kajiannya,” terangnya.

Clara menjelaskan, dalam kasus Lekebai pihaknya hendak memakamkan jenazah pasien Covid-19 dan warga mengambil paksa dan memakamkannya di depan rumah mereka.

Menurutnya, Satgas Covid-19 tidak bisa berbuat banyak karena situasi saat kejadian tidak kondusif dan ada warga dalam keadaan mabuk minuman keras serta memarahi petugas, bahkan melempar petugas dengan batu.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena situasi di lapangan tidak kondusif sehingga tim Satgas Covid-19 tidak bisa berbuat banyak karena dalam kondisi terancam,” ungkapnya.

Clara menambahkan, dalam aturan penanganan jenazah Covid-19, tidak dibenarkan dimakamkan di tempat lain, selain pemakaman khusus yang disiapkan.

Ketua Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) Kabupaten Sikka, Carolus Winfridus Keupung menegaskan, pihaknya mengeluarkan beberapa imbauan terkait dengan peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka dan mulai banyak korban jiwa.

Win sapaannya mengatakan, FPPB Sikka merekomendasikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka agar tidak memberikan izin kepada warga yang menggelar pesta dan pertemuan.

“Saat pesta orang dari berbagai wilayah akan datang dan tidak bisa dipastikan apakah tamu dan undangan yang hadir benar-benar negatif Covid-19. Ini terbukti dengan banyaknya pasien positif Covid-19 yang tertular akibat menghadiri pesta,” ujarnya.

Win tambahkan, pihaknya pun merekomendasikan agar ibadah di rumah-rumah ibadah ditiadakan untuk sementara waktu karena terlihat sudah kurang menerapkan protokol kesehatan.

Ia meminta agar pendaftaran murid baru di sekolah-sekolah juga harus diatur agar jangan sampai terjadi penumpukan warga dan menyebabkan kerumunan..

“Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka berasal dari kluster pesta, pelaku perjalanan dan perkantoran. Satgas harus tegas dalam penerapan protokol kesehatan tanpa pandang bulu,” ungkapnya.

Lihat juga...