Sebanyak 10 Jalan Utama di Kota Bogor Ditutup

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor memberlakukan kebijakan penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas, mulai Kamis (1/7/2021) malam - foto Ant

BOGOR – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor Jawa Barat (Jabar), melalui jajaran Polresta Bogor Kota, memberlakukan penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas di 10 lokasi di jalan utama Kota Bogor. Penutupan dilakukan mulai Kamis (1/7/2021) malam, pada pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dari hasil evaluasi Satgas COVID-19 diputuskan, pelaksanaan kebijakan ganjil-genap kendaraan bermotor pada akhir pekan di Kota Bogor, diganti dengan kebijakan penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas pada malam hari.

Susatyo Purnomo Condro, selaku wakil ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor menjelaskan, lokasi penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas ini diberlakukan di sepanjang Jalan Raya Pajajaran. Tepatnya, mulai dari perempatan Warung Jambu di Bogor Utara hingga di pertigaan Sukasari dekat Lippo Plaza Ekalokasari di Bogor Timur.

Penutupan total ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas juga diberlakukan di jalan lingkar Kebun Raya Bogor yakni Jalan H Juanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Raya Pajajaran, dan Jalan Raya Otista, yang sering disebut sistem satu arah (SSA), serta di Jalan Pemuda hingga bundaran Air Mancur.

Menurut Susatyo, pada pemberlakuan penyekatan total kendaraan bermotor dan pengalihan arus lalu lintas tersebut, Polresta Bogor Kota menyiapkan 10 lokasi penutupan ruas jalan, meliputi, Perempatan Warung Jambu di Jalan Raya Pajajaran, Simpang McD Lodaya di Raya Pajajaran, Simpang Tugu Kujang di Jalan Raya Pajajaran, Simpang Sukasari dekat Plaza Ekalokasari, Bunderan Air Mancur di Jalan Sudirman.

Kemudian di Simpang Irama Nusantara di Jalan Kapten Muslihat, Depan Pos Terpadu di Jalan Juanda, Simpang BTM di Jalan Juanda, Perempatan Empang di dekat Alun-alun Empang. Pelaksanaan kebijakan penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas tersebut, dasar hukumnya adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta Peraturan Wali Kota Bogor tentang PPKM. “Kebijakan ini sasarannya bukan untuk kelancaran arus lalu lintas, tapi untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan menghindari kerumunan, untuk mencegah penyebaran COVID-19,” kata Susatyo.

Pada kebijakan penutupan ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas tersebut, ada kendaraan dalam kondisi darurat yang dikecualikan yakni, ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan dinas, dan kendaraan online.

Susatyo menambahkan, pada pelaksanaan kebijakan ini kendaraan bermotor dan pengalihan arus lalu lintas, pelaksanaannya sudah diujicoba di Jalan H Juanda di lingkar Kebun Raya Bogor, pada Selasa (29/6/2021) malam. Pada kegiatan tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor menurunkan tim gabungan dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bogor, dengan memasang marka jalan di ruas jalan yang disekat, serta mengalihkan arus lalu lintas ke jalan alternatif. (Ant)

Lihat juga...