Sejumlah Rumah Sakit di Banyumas Mulai Kekurangan Tabung Oksigen

Editor: Koko Triarko

Bupati Banyumas, Achmad Husein di Purwokerto, Minggu (25/7/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Beberapa rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Kabupaten Banyumas mulai kekurangan stok tabung oksigen. Hal tersebut karena pasokan yang datang terlambat, sebab peningkatan permintaan tabung oksigen terjadi di hampir semua rumah sakit di Jawa Tengah.

“Pemasok tabung oksigen itu tidak hanya untuk wilayah Banyumas saja, tetapi juga kabupaten lain di Jawa Tengah dan saat ini semua rumah sakit meningkat penggunaan tabung oksigennya, karena pasien Covid-19 juga meningkat,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Rabu (7/7/2021).

Tabung oksigen tersebut biasanya digunakan untuk pasien Covid-19 yang bergejala berat, seperti sesak napas. Sementara jumlah pasien Covid-19 yang harus menjalani perawatan medis di Banyumas juga meningkat, hingga rumah sakit penuh.

Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang, misalnya, stok oksigen yang dimiliki rumah sakit saat ini hanya 20 tabung oksigen 6m3 dan 2 tabung oksigen 1m3. Padahal, kebutuhan oksigen RSUD Ajibarang saat ini mencapai 140 tabung 6m3 dan 20 tabung 1m3 per hari atau mencapai 980 tabung oksigen 6m3 dan 140 tabung oksigen 1m3 per minggu.

Kemudian di RSUD Banyumas, stok tabung oksigen saat ini ada 12 tabung 6m3, 24 tabung 1m3 dan liquid ada 800 m3. Sementara kebutuhan oksigen dalam satu hari di rumah sakit tersebut minimal 30 tabung 6m3, 30 tabung 1m3 dan kebutuhan liquid pada level 2.000 m3.

Sedangkan untuk Rumah Sakit Margono Sukardjo Purwokerto yang merupakan rumah sakit rujukan, saat ini stok tabung oksigennya tersedia 1.500 liquid tabung besar 4 dan tabung kecil 2. Sedangkan kebutuhan oksigen per hari sebanyak 1.900 liquid atau 13.300 liquid per minggu.

Rumah sakit swasta yang melayani pasien Covid-19 juga mulai mengalami kekurangan tabung oksigen. Seperti RS Elisabeth Purwokerto yang hanya memiliki stok 14 tabung oksigen, sementara kebutuhan setiap harinya rata-rata mencapai 30 tabung.

Kemudian RS Medika Lestari, hanya mempunyai stok 3 tabung 6m3 dan 4 tabung 1m3. Padahal kebutuhan tabung oksigen di rumah sakit tersebut mencapai 50 tabung 6m3 dan 10 tabung 1m3 setiap harinya.

“Dari laporan yang masuk, selain keterlambatan pengiriman, juga ada beberapa distributor tabung oksigen yang memang tidak lagi memiliki stok atau stok kosong,” kata Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, menjelaskan ada 17 rumah sakit daerah ataupun swasta yang ditunjuk untuk melakukan perawatan pasien Covid-19. Namun selain rumah sakit yang kekurangan stok tabung oksigen, ada juga beberapa rumah sakit yang masih memiliki stok dan belum dipergunakan untuk pasien. Misalnya, RS Islam Purwokerto, RS Amanah Sumpiuh, RS Wiradadi Husada, RS Sinar Kasih Purwokerto, RS Ananda dan RSU Hidayah Purwokerto.

“Untuk rumah sakit yang kekurangan stok oksigen sudah langsung melapor ke Kementrian Kesehatan, sehingga kita harapkan dalam waktu dekat akan ada solusinya,” ucapnya.

Lihat juga...