Sejumlah Titik Jalan Rusak di Jalinsum Diperbaiki

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Jelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah, sejumlah titik jalan rusak di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) direhabilitasi. Kendati tak ada peningkatan volume kendaraan karena adanya pembatasan aktivitas, perbaikan jalan tetap dilakukan.

Demikian diungkapkan Kasmir, penanggung jawab dan pengawas pengerjaan Jalimsum Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurut Kasmir, rehabilitasi titik jalan rusak dilakukan rutin setiap menjelang hari raya. Sebelumnya, perbaikan dilakukan sebelum Idulfitri dan saat ini menjelang Iduladha.

“Meski sejak setahun terakhir ditiadakan mudik, pelayanan penyediaan jalan mulus menjadi prioritas P2JN. Perjalanan antarwilayah memang dibatasi, namun akses Jalinsum tetap dipergunakan warga lintas kecamatan, kata Kasmir, Senin (19/7/2021).

Kasmir mengatakan, prioritas zero hole atau jalan tanpa lubang sudah dipetakan sejak sebulan lalu. Selain itu, akses jalan bergelombang juga dikupas untuk diratakan. Selanjutnya proses penambalan dengan aspal baru untuk normalisasi.

Kasmir, petugas penanggung jawab dan pengawas pengerjaan Jalinsum Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Senin (19/7/2021). -Foto: Henk Widi

“Kerusakan akses jalan banyak terjadi di titik jalan yang tidak memiliki drainase, kerap dilintasi kendaraan bertonase berat atau over loading, sehingga tekanan mengakibatkan aspal menggelembung, lalu retak dan menjadi berlubang. Semua ditambal, dan target selesai sehari sebelum Iduladha,” terang Kasmir.

Kasmir menjelaskan, rehabilitasi dilakukan di Kecamatan Ketibung hingga Bakauheni di Lampung Selatan. Ruas jalan yang kerap dilintasi kendaraan dari pelabuhan Bakauheni ke sejumlah kota di Lampung mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan selain pada ruas jalan, juga pada aspal jembatan yang rusak.

Kasmir menyebut, beban Jalinsum sebetulnya telah lebih ringan sejak adanya jalan tol. Pasalnya, kendaraan bertonase berat memilih melintas melalui jalan bebas hambatan. Namun keberadaan sejumlah tambang batu yang membawa muatan bertonase berat, menyumbang jalan bergelombang. Sejumlah titik jalan bergelombang, berlubang dominan di ruas Ketibung dan Sidomulyo.

“Beberapa kendaraan bertonase berat bisa menurunkan kondisi jalan, meski telah dilakukan perbaikan berkali kali,” ulasnya.

Selama rehabilitasi Jalinsum, Kasmir bilang perjalanan pengguna kendaraan sedikit terganggu. Meski demikian, pembatasan akses kendaraan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mendukung perbaikan jalan. Pasalnya, arus kendaraan jelang hari raya Iduladha 1442 yang akan jatuh pada Selasa (20/7/2021) tidak seramai sebelumnya. Sistem buka tutup jalan dilakukan memperlancar lalu lintas.

Menurut Kasmir, pada titik jembatan sungai di Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, hingga tugu tuping, perbaikan bisa mencapai puluhan meter. Menggunakan alat pengupas aspal, tahap selanjutnya kerusakan jalan diperbaiki dengan memakai aspal hotmix.

“Aspal yang dicurahkan dari truk langsung bisa dipadatkan memakai double drum roller, tanpa menunggu lama kendaraan bisa melintas,” bebernya.

Irwansah, salah satu pekerja bagian flag man atau pengatur lalu lintas, menyebut perbaikan jalan tidak mengganggu arus lalu lintas. Berkurangnya jumlah kendaraan melintas melalui Jalinsum karena memilih via Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) mendukung perbaikan. Arus kendaraan yang dominan padat dari arah pelabuhan Bakauheni lebih lengang dibanding kondisi normal.

Perbaikan jalan masih akan berlangsung hingga setelah Iduladha. Pasalnya, sejumlah jalan yang telah dikupas belum ditimbun dengan aspal. Tahapan perbaikan jalan dilakukan memakai cara manual dan memakai alat. Sejumlah titik yang telah diperbaiki lebih halus, sehingga memperlancar arus kendaraan dari Bandar Lampung ke Lampung Selatan.

“Tidak ada kemacetan, karena arus kendaraan lebih lengang dampak PPKM Darurat,” cetusnya.

Warga Sidomulyo, Rafikudin, menyebut rehabilitasi Jalinsum memberi kenyamanan bagi pengendara. Sebab, jalan bergelombang sangat membahayakan pengguna jalan.  Ruas jalan bergelombang dominan berada di wilayah yang kerap dilintasi kendaraan pengangkut batu split milik perusahaan tambang.

Ia berharap, jalan berkonstruksi aspal bisa diganti rigid beton agar lebih awet dilintasi kendaraan.

Lihat juga...