Sejumlah Usaha di Bandar Lampung Tetap Buka Demi Tutupi Biaya Operasional

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah pelaku usaha kecil di Bandar Lampung memilih buka atau beroperasi. Meski pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sejak Senin (12/7/2021) hingga Senin (2/8/2021) di Bandar Lampung meminta pelaku usaha menutup operasional.

John Manulang, pemilik usaha bengkel menyebutkan, ia tetap beroperasi untuk melayani konsumen. Usaha bengkel sebutnya tidak termasuk sektor esensial dan kritikal yang boleh beroperasi. Namun ia memiliki alasan logis, banyak pelaku usaha ojek berbasis aplikasi tetap beroperasi.

“Saya kerap diminta menambal ban, ganti oli oleh jasa ojek online yang notabene masih boleh beroperasi, artinya sebetulnya usaha reparasi motor juga sangat esensial sehingga saya tetap membuka usaha, kalau diminta tutup biaya operasional tidak tertutupi,” terang John Manulang saat ditemui Cendana News, Selasa (20/7/2021).

John sapaan akrabnya juga menyebut saat Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah ia tetap buka. Lokasi usaha di Jalan Kamboja, Enggal, Bandar Lampung merupakan jalan alternatif, sebab sejumlah akses jalan protokol disekat untuk kendaraan.Meliputi Jalan RA. Kartini, Jalan Raden Intan, Jalan Diponegoro, Jalan Dokter Susilo, Jalan Sudirman dan akses masuk kota Bandar Lampung.

“Kalau semua bengkel tutup, sejumlah warga kerap kesulitan mendapatkan jasa pelayanan perbaikan kendaraan,” ulasnya.

Sektor usaha lain yang memilih tetap buka sistem buka tutup diantaranya konter servis HP, isi ulang pulsa. Hardianti, pemilik konter di Jalan Salim Batubara, Kelurahan Kupang Raya menyebut ia memasang pengumuman tetap buka dengan sistem online.

“Pintu geser atau rolling door dibuka sedikit tanda bahwa masih buka dan juga tidak disediakan kursi,” ulasnya.

Biaya sewa tempat, operasional lain lain sebutnya jadi faktor ia masih buka. Tanpa membuka usaha ia memastikan akan kesulitan untuk menutupi biaya operasional. Saat hari raya Idul Adha kebutuhan akan kuota, pulsa reguler tinggi. Transaksi pembelian vocer fisik, pulsa elektrik dan kartu perdana masih tetap dilayani olehnya.

Pelaku usaha lain, Hartatik, penyedia layanan transfer, tarik uang tunai di Jalan RE. Martadinata mengaku tetap buka. Sejumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang kosong selama dua hari terakhir bertepatan dengan hari libur membuat jasa miliknya diminati.

“Sejumlah bank tutup layanan, sementara ada warga memegang uang tunai jadi jasa ATM mini BriLink jadi pilihan,”ulasnya.

Layani kebutuhan warga akan isi ulang pulsa, Hardianti, pemilik konter masih membuka usaha dengan sistem membuka pintu rolling door separuh di Jalan Salim Batubara, Kupang Raya, Bandar Lampung, Selasa (20/7/2021). Foto: Henk Widi

Alasan tetap beroperasi sebut Hartatik karena biaya sewa tempat usaha tinggi. Ia juga mengaku tidak bisa pulang kampung merayakan lebaran di wilayah Banten selama PPKM Darurat.

Sejumlah sektor esensial penyedia bahan bakar tetap buka saat Idul Adha. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh kota Bandar Lampung terlihat tetap buka. Selain itu jasa isi angin nitrogen di sejumlah SPBU juga tetap beroperasi. Sebab sebagian pemilik kendaraan memanfaatkan Idul Adha untuk berkunjung ke rumah kerabat.

Lihat juga...