Sekolah Swasta dan Negeri Sama, Tinggal Keseriusan Peserta Didik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Waluyo Kepala SMA Negeri 6 saat ditemuai di Kota Bekasi, Kamis (15/7/2021). Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Bekasi, Jawa Barat, Waluyo menyebut bahwa sekolah SMA Negeri ataupun swasta sama saja. Terpenting adalah keseriusan peserta didik untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

“Saya yakin pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta sama saja. Karena di swasta pun ada dana BOS dan hal lainnya. Bahkan saat ini Pemprov Jabar sendiri akan membiayai jalur afirmasi di sekolah swasta,” kata Waluyo kepada Cendana News, Kamis (15/7/2021).

Momentum ini imbuhnya silahkan kepada masyarakat untuk menggunakan dengan baik karena swasta ataupun negeri sama. Begitupun kurikulum yang digunakan sama, tidak berbeda dengan di perguruan tinggi, baik negeri atau pun swasta.

“PPDB di SMA Negeri 6 Kota Bekasi telah selesai, tinggal persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan beberapa hari lagi,” sebutnya.

Diakuinya, kuota penerimaan di sekolah negeri terbatas hanya 30 persen dari kelulusan SMP/MTS. Waluyo berharap orang tua siswa yang telah mendaftar di SMA Negeri 6 dan belum diterima agar tidak kecewa.

Waluyo mengklaim, pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 6 Kota Bekasi, dari tahap awal sampai selesai terlaksana dengan maksimal meskipun diakuinya ada gejolak sedikit. Tapi bisa diselesaikan karena sekolah menyediakan sisi pengaduan khusus bagi orang tua untuk bertanya dan lainnya.

“Tahapan sudah terlaksana secara maksimal. Memang ada beberapa tahapan yang cukup menyita banyak waktu seperti jalur KETM (Keluarga Ekonomi Tidak Mampu) dan prestasi,” tukasnya.

Untuk jalur KETM pihak sekolah melakukan verifikasi langsung ke alamat calon peserta didik guna memastikan keaslian data yang di masukkan. Begitupun jalur prestasi, SMA Negeri 6 Kota Bekasi, harus menggandeng KONI untuk melakukan uji.

“Jalur prestasi ini kami melibatkan KONI untuk tes langsung calon peserta didik, seperti taekwondo ataupun karate. Kemudian akan diberi skor, cara ini lebih efektif,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Krisman memberi motivasi bagi siswa yang tidak diterima di sekolah menengah pertama (SMP) Negeri, dapat melanjutkan di sekolah-sekolah swasta di Kota Bekasi.

“Kita paham keterbatasan daya tampung SMP di Kota Bekasi terbatas dari total keseluruhan lulusan SD di Kota Bekasi, hanya ditampung 37 persen dari jumlah kelulusan sekolah dasar,” ujarnya.

Artinya jelas dia, dari total jumlah lulusan SD di wilayah Kota Bekasi, ada 67 persen yang tidak bisa ditampung di SMP Negeri. Tahun ini jelasnya ada 23.600 siswa yang mendaftar di SMP Negeri di Kota Bekasi, tapi hanya 13.473 yang dapat diterima.

Lihat juga...