Selama PPKM Darurat di Jateng, 39.105 Kendaraan Dilarang Melintas Antarkabupaten dan Kota

Sejumlah petugas Pos penyekatan saat memeriksa sebuah mobil sedan saat keluar dari pintu Tol Mojosongo Boyolali, Jateng, Jumat (16/7/2021) - Foto Ant

SEMARANG – Polda Jawa Tengah mencatat, sebanyak 39.104 kendaraan bermotor dari berbagai jenis, dipaksa memutar balik saat akan melintas perbatasan antarkabupaten dan kota, selama sekira dua pekan pelaksanaan PPKM darurat.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Iqbal Alqudusy mengatakan, dari jumlah tersebut, kendaraan jenis sepeda motor yang paling banyak diputar balik oleh petugas. Sementara itu, untuk kendaraan bermotor yang melintas perbatasan antarprovinsi, dan telah diputar balik selama pelaksanaan PPKM mencapai 7.010 kendaraan .

Para pengendara yang tidak diizinkan melintas, di titik-titik penyekatan itu, bukan merupakan yang bekerja di sektor esensial maupun kritikal. Iqbal mengakui, kebijakan PPKM darurat dalam upaya penanggulangan pandemik COVID-19 ini menyebabkan masyarakat tidak nyaman.

Meski demikian, keselamatan rakyat harus diutamakan di tengah tren kasus COVID-19 yang meningkat ini. “Mari jalankan PPKM darurat dengan penuh kesadaran. Ikuti aturannya, patuhi petugas,” ujarnya.

Sementara itu, titik pembatasan mobilitas masyarakat pada masa PPKM darurat di Kota Medan, Sumatera Utara, diperluas. Hal itu dilakukan, dengan menambah jumlah posko penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas menjadi 40 titik. “Penyekatan dilaksanakan tetap seperti biasa dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Minggu (18/7/2021).

Dalam melakukan penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas itu, pihak kepolisian berkoordinasi dengan aparat TNI dan Pemerintah Kota Medan. Ia mengimbau, warga Kota Medan dan sekitarnya, yang akan melakukan perjalanan dalam rangka kerja, apabila tidak termasuk sektor kritikal atau esensial, agar bekerja dari rumah. Bagi pekerja sektor esensial juga diwajibkan menunjukkan bukti surat dari tempat kerja masing-masing. “Untuk masyarakat Kota Medan, apabila tidak penting sekali atau mendesak, agar di rumah saja,” ujarnya.

Titik penyebaran pos-pos penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas di dalam kota Medan diantaranya di Jalan Walikota simpang Jalan Ir Juanda, Jalan Suprapto simpang Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro simpang Jalan Z. Arifin, Jalan MH Yamin simpang Jalan Merak Jingga.

Kemudian di Jalan Pemuda simpang Jalan Palang Merah, Jalan Brigjend Katamso simpang Jalan Alfalah, Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Manhattan, Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Dr Mansyur – Kampus USU, Jalan SM Raja simpang Indogrosir.

Di Jalan HM Yamin simpang Aksara, Jalan Gajah Mada simpang Jalam Iskandar Muda bergeser ke Jalan Gajah Mada simpang Jalan S Parman, Jalan Guru Patimpus simpang Jalan Adam Malik, Jalan Brigjend Katamso simpang Jalan Ir Juanda, Jalan Brigjend Katamso simpang Istana Maimun, Jalan SM Raja depan Masjid Raya.

Di Jalan SM Raya simpang Jalan Pandu, Jalan Asia simpang Jalan Pandu-Jalan Sutomo, Jalan Sutomo simpang Jalan HM Yamin, Jalan P. Kemerdekaan simpang Jalan Gaharu, Jalan P. Kemerdekaan simpang Jalan Timor.

Sementara untuk titik pos penyekatan perbatasan kota diantaranya, di Jalan Gatot Subroto simpang Kampung lalang, Jalan Letda Sujono (Pintu Tol Bandar Selamat), Jalan Letda Sujono simpang Titi Sewa Tembung. Jalan Jaming Ginting simpang Tuntungan. (Ant)

 

Lihat juga...