Selama PPKM Darurat, Polisi Sekat 170 Titik di Jateng

SEMARANG – Kepolisian, melakukan penyekatan di 170 titik yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah (Jateng), selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, 170 titik penyekatan tersebut tersebar di 35 polres. “Masing-masing lokasi penyekatan memiliki waktu pelaksanaan berbeda-beda,” katanya, Senin (5/7/2021).

Titik penyekatan disiapkan, untuk menekan mobilitas masyarakat selama masa PPKM darurat. Selain 170 titik penyekatan, kepolisian juga menyiagakan 42 titik check point, di berbagai perbatasan kabupaten dan kota. Melalui puluhan check point tersebut, mobilitas masyarakat antardaerah dapat ditekan, sehingga kasus COVID-19 diharapkan bisa menurun.

Sebelumnya, di Jawa Tengah terdapat 13 daerah yang masuk dalam wilayah berstatus level 4 untuk PPKM Darurat. Yaitu daerah dengan 150 kasus COVID-19 per 100.000 jiwa per minggu, daerah dengan perawatan di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100.000 jiwa per minggu, dan kasus kematian lebih dari 5 orang per 100.000 jiwa per minggu.

Ke-13 daerah tersebut meliputi, Kabupaten Sukoharjo, Rembang, Pati, Kudus, Klaten, Kebumen, Grobogan, Banyumas, Kota Tegal, Surakarta, Semarang, Salatiga, dan Magelang,

Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang membentuk sukarelawan pemulasaraan jenazah penderita COVID-19 di seluruh kecamatan di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembentukan sukarelawan tersebut sebagai respons atas keluhan masyarakat, tentang terbatasnya tenaga pemulasaraan jenazah pasien yang meninggal saat isolasi mandiri.

Para sukarelawan ini dibekali dengan pengetahuan tentang penanganan jenazah COVID-19. “Tidak hanya pemulasaraan, tetapi juga sampai mengantar ke pemakaman,” katanya.

Ia memastikan, pelaksanaan pemulasaraan jenazah penderita COVID-19 tersebut sesuai dengan prosedur. Ia mempersilakan masyarakat, jika mendapati pasien isolasi mandiri yang meninggal dunia, namun belum mendapat penanganan dari petugas kesehatan, untuk menghubungi camat atau lurah di daerah masing-masing. “Nanti akan diteruskan ke sukarelawan untuk penanganannya,” katanya.

Sementara itu, perkembangan COVID-19 di Kota Semarang berdasarkan laman https://siagacorona.semarangkota.go.id hingga Senin (5/7/2021) pukul 21.00 WIB, tercatat ada 2.351 pasien masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit maupun tempat-tempat isolasi. Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia tercatat mencapai 4.381 orang. (Ant)

Lihat juga...