Selama PPKM Pusat Perbelanjaan Nonsembako di Kudus Tutup

Pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah - Foto Ant

KUDUS – Sejumlah pusat perbelanjaan nonsembako di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tetap belum boleh buka selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jika sebelumnya berlangsung sejak 3-20 Juli 2021, untuk PPKM perpanjangan berlaku selama lima hari, 21-25 Juli 2021,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno, Rabu (21/7/2021).

Terkait hal itu, pengelola pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus juga sudah diberi informasi, melalui surat edaran. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri No.22/2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Wilayah Jawa dan Bali, khusus untuk pusat perbelanjaan yang menjual sembako, masih diperbolehkan buka.

Hanya saja ada pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB. Kemudian ada pembatasan kapasitas pengunjung hanya 50 persen. Dengan demikian, Mal Ramayana Kudus yang tidak menjual sembako harus ditutup. Sedangkan Hypermart, yang menjual sembako maupun nonsembako, maka khusus nonsembakonya harus ditutup dan hanya melayani transaksi penjualan sembako.

Demikian halnya, ADA Swalayan Kudus, juga sama seperti Hypermart yang boleh buka hanya untuk melayani penjualan sembako termasuk food court-nya. Dan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Sementara itu untuk usaha kuliner, seperti warung makan, rumah makan, kafe dan pedagang kaki lima, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall, hanya menerima delivery atau bawa pulang, dan tidak menerima pesanan untuk makan di tempat. (Ant)

Lihat juga...