Sempat Terdampak Pandemi, Indrawati Kembali Mendapatkan Pinjaman Modal Kita

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri sebagai koperasi binaan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) kembali melakukan pencairan pinjaman modal usaha Modal Kita kepada tujuh anggota koperasi kelompok Anggur di RW 05 Kelurahan Kedungkandang, kota Malang, salah satunya Indrawati.

Kepada Cendana News, Indrawati mengaku telah dua kali mengajukan pinjaman Modal Kita untuk mengembangkan usaha jasa jahit gaun pengantin yang sudah ia tekuni sejak tujuh tahun yang lalu.

“Pinjaman pertama senilai dua juta kemarin sudah lunas. Sekarang pencairan pinjaman yang ke dua senilai tiga juta rupiah dengan angsuran sebesar 300 ribu rupiah setiap bulan,” akunya.

Diceritakan Indrawati, di awal-awal masa pandemi Covid-19, usaha gaun pengantinnya sempat terdampak. Akibatnya, pembayaran angsuran Modal Kita tidak bisa lancar sehingga terpaksa harus menunggak dua bulan, karena pada saat itu tidak ada uang untuk membayar angsuran.

“Sempat terdampak covid, karena pada saat awal-awal pandemi acara pernikahan tidak ada, sehingga tidak ada pesanan. Kemudian setelah kembali normal usai lebaran kemarin, pesanan gaun mulai banyak lagi sehingga sudah ada pemasukan untuk membayar angsuran sampai akhirnya lunas,” urainya.

Meski sempat terkendala dalam pembayaran angsuran, Indrawati mengaku bersyukur ia masih tetap mendapatkan kepercayaan dari pengurus untuk bisa mendapatkan pencairan pinjaman yang ke dua.

“Alhamdulillah masih bisa mendapatkan pinjaman yang kedua. Karena uangnya nanti akan saya gunakan untuk membeli keperluan bahan-bahan,” ucapnya.

Dibantu anaknya, Indrawati mengerjakan semua pesanan gaun pengantin tersebut di rumahnya. Menurutnya, keahlian dalam membuat gaun pengantin tersebut ia pelajari dari orangtuanya.

“Untuk desain gaun biasanya dari konsumennya sendiri. Tapi kalau masalah bunga payetnya, saya sendiri yang kreasikan, orangnya tinggal terima jadi,” terangnya.

Untuk biaya jasa pembuatan gaun pengantin, Indrawati memberikan tarif sekitar 400-500 ribu rupiah. Sedangkan untuk bahan kain biasanya langsung dari pemesannya sendiri.

“Jadi saya hanya menerima jasa pembuatannya saja. Tapi kalau orangnya belum sempat beli, saya yang belikan dulu bahannya,” ujarnya. Untuk menyelesaikan satu gaun pengantin biasanya membutuhkan waktu 1-2 minggu, tandasnya.

Sementara itu, terkait kendala pembayaran yang dialami Indrawati pada pinjaman pertama, Supervisor KUD Suluh Sejahtera Mandiri, Abd.Rohim menilai, keterlambatan pembayaran angsuran tersebut bukan sesuatu yang disengaja. Tetapi lebih kepada musibah yang tidak terduga. Hal ini bisa dilihat dari rapor pembayaran Idrawati sebelum pandemi yang awalnya memang lancar. Kemudian memasuki masa pandemi, angsurannya mulai terkendala, sebelum akhirnya bisa melunasi angsuran pinjamannya.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut, pengurus memutuskan untuk tetap memberikan pinjaman yang ke dua tetapi dengan catatan. Jadi jika pada pinjaman ke dua ini kendala pembayaran masih tetap terjadi, maka pihak koperasi tidak akan memberikan pinjaman kembali,” pungkasnya.

Lihat juga...