Setelah Rentetan Kemenangan Red Bull, Hamilton Jajal Simulator

Pebalap tim Mercedes, Lewis Hamilton, finis runner-up di Grand Prix Styria, Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria - foto Ant
JAKARTA – Juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, melahap sejumlah lap di atas simulator Mercedes, demi mencari petunjuk, bagaimana membuat mobilnya bisa melaju lebih cepat. Hal itu dilakukan, menyusul empat kemenangan beruntun Red Bull musim ini.

Pebalap berusia 36 tahun asal Britania itu, kini terpaut 18 detik dari pebalap Red Bull, Max Verstappen, yang memuncaki klasemen pebalap setelah delapan balapan. Di sesi jumpa pers Grand Prix Austria, Hamilton, merasa tetap positif dengan kondisinya saat ini. “Saya tidak terlalu khawatir seperti itu. Kami semua mendorong sekuat tenaga, tentunya kami ingin memiliki kecepatan yang lebih saat ini agar bisa benar-benar menantang, bukan hanya di kualifikasi tapi juga di balapan,,” kata Hamilton, Kamis (1/7/2021).

“Mereka terus melangkah ke depan, tapi saya tidak boleh terpaku dan masuk ke gelembung negatif kekhawatiran. Saya mencoba mengerahkan seluruh energi untuk memastikan saya sangat siap,” tambah Hamilton.

Kepala Trackside Engineering Mercedes, Andrew Shovlin mengungkapkan, pada akhir pekan lalu di GP Styria, yang dimenangi oleh Verstappen dan digelar di sirkuit yang sama, Hamilton telah sibuk bekerja di simulator. Sang pebalap bahkan mengunggah foto di media sosial mengenai kegiatannya itu pada Rabu (30/6/2021).

Sebelumnya, di GP Spanyol pada Mei, setelah meraih pole ke-100 dalam kariernya, Hamilton mengatakan dia tak terlalu sering bekerja di balik simulator. Dan dalam setahun, bisa dihitung ia menjalani hanya 20 putaran dengan alat tersebut. “Saya tak bisa mengatakan bahwa saya menikmatinya. Khususnya setelah beberapa balapan yang sulit yang kami jalani, saya mencoba dan melihat apakah ada cara saya bisa membantu tim untuk lebih siap. Saya rasa ada sejumlah hal baik dari sana, tapi tidak akan membuat perbedaan yang besar,” kata pebalap, yang memenangi tiga balapan musim ini sebelum Red Bull mengamankan empat kemenangan beruntun lewat Verstappen dan Sergio Perez.

Untuk pertama kalinya di era mesin turbo hybrid yang mereka dominasi, Mercedes sekarang tertinggal 40 poin dari Red Bull yang memuncaki klasemen konstruktor. “Saya akan terus bekerja dengan mereka. Hanya melakukan proses bagaimana kami berkomunikasi dengan mereka (pebalap uji) di program mereka, jadi kami menguji hal yang benar. Saya rasa secara keseluruhan positif,” kata Hamilton.

Bos tim Mercedes pada Minggu mengatakan, mereka saat ini menghentikan pengembangan mobil 2021 dan sedang mengejar perancangan mobil untuk musim 2022, yang akan menerapkan perombakan besar-besaran regulasi dan desain baru dari mobil-mobil kompetitor. Akan tetapi kepala teknis Mercedes, James Allison mengatakan, mereka masih akan membawa pemutakhiran di mobil Mercedes tahun ini. (Ant)

Lihat juga...