Sikka Masuk Fase Darurat, Ruang Isolasi Covid-19 Penuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan beberapa ruang isolasi untuk merawat pasien Covid-19 di rumah sakit dan beberapa tempat isolasi penuh sesak oleh para pasien.

“Ruang isolasi dari RS TC Hillers Maumere dengan kapasitas 15 tempat tidur sudah terisi semua,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Jalan El Tari, Maumere, Jumat (2/7/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Yosefine Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan El Tari, Maumere, Jumat (2/7/2021). Foto: Ebed de Rosary

Clara menyebutkan tempat isolasi lainnya pun mulai penuh akibat melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka yang telah mencapai 501 kasus positif hingga Jumat (2/7/2021).

Ia menambahkan, ruang isolasi di RS Sta.Elisabeth Lela dengan kapasitas 12 tempat tidur sudah terisi 7 dan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 di RS TC Hillers Maumere dari 10 tempat tidur sudah ditambah menjadi 15 tempat tidur.

“Ruang IGD RS TC Hillers Maumere harus menambah tempat tidur sebanyak 5 lagi karena jumlah pasien mengalami peningkatan. Kita sedang menyiapkan ruang isolasi di RS St.Gabriel Kewapante yang diharapkan minggu ini selesai dan bisa digunakan,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini memaparkan saat ini klaster keluarga menempati peringkat pertama penularan Covid-19 yang berasal dari klaster pesta.

Selain itu tambahnya, klaster perkantoran jumlah kasus positif tidak terlalu banyak. Sebab ketika ditemukan ada satu atau dua staf yang positif maka seluruh karyawan di kantor tersebut langsung dilakukan rapid tes antigen.

“Sekarang lebih banyak dari klaster keluarga yang berasal dari klaster pesta. Kecamatan dengan kasus terbanyak yakni Kecamatan Alok Timur dan Kangae,” ungkapnya.

Clara menjelaskan, apabila ditemukan ada kasus positif maka semua kontak erat berdasarkan hasil penelusuran wajib menjalani rapid tes antigen agar memutus mata rantai penularan Covid-19.

Ia harapkan agar kasus positif Covid-19 bisa menurun mengingat tempat isolasi di beberapa gedung dan rumah dinas milik Pemerintah Kabupaten Sikka pun mulai penuh sesak oleh pasien.

“Selain di 3 rumah sakit, kita siapkan ruang isolasi di 3 gedung milik pemerintah dam sebuah rumah dinas. Juga ruang isolasi di beberapa Puskesmas dan di belakang kantor Dinas Kesehatan untuk antisipasi melonjaknya kasus Covid-19,” bebernya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo tanggal 29 Juni 2021 mengeluarkan Instruksi Bupati Sikka mengenai pembatasan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.

Dalam instruksi tersebut, Bupati Sikka membatasi jam kerja ASN yang biasanya berlangsung selama 5 hari dalam seminggu dari pukul 07.30 hingga 16.00 WITA hanya berlangsung dari pukul 07.30 sampai 14.00 WITA.

Lihat juga...