SMK Asy Syafa’ah Jember Tiadakan Kegiatan Praktikum di Sekolah

Editor: Koko Triarko

Sobri, Humas SMK Asy Syafa'ah, Jember, Jawa Timur, Kamis (22/7/2021). –Foto: Iwan Feriyanto

JEMBER – Sejak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, SMK Asy Syafa’ah di Jember, meniadakan segala kegiatan anak didiknya di sekolah.

Sobri, Humas SMK Asy Syafa’ah, mengatakan peniadaan aktivitas anak didik disekolah merupakan upaya untuk mendukung aktivitas PPKM Darurat. Mengingat kasus positif di Jember terus meningkat.

“Awalnya hanya kita batasi kegiatan praktik di sekolah. Namun, persebaran kasus Covid-19 di Jember makin meningkat, akhirnya kita putuskan untuk tidak ada aktivitas di sekolah,” ujar Moh. Sobri, dihubungi via phone di Jember, Kamis (22/7/2021).

Aktivitas anak didik di sekolah, sebelumnya hanya menitik beratkan pada kegiatan praktik, dan pembelajaran yang membahas tentang teori maupun materi pelajaran, menggunakan sistem pembelajaran via online.

“Praktik yang kami adakan sebelumnya hanya dihadiri beberapa anak didik saja. Karena siswa di sini memang sedikit. Setelah kasus semakin meningkat dan masuk dalam zona merah, setelah libur kenaikan kelas kemarin, aktivitas di sekolah semuanya ditiadakan,” ungkapnya.

Sobri menambahkan, aktivitas pembelajaran tatap muka, baik pembelajaran teori maupun praktik, masih menunggu keputusan yang pasti. Karena hingga hari ini penerapan PPKM masih kembali diperpanjang.

“PPKM Darurat masih ditambah beberapa hari lagi ke depan. Harapannya, setelah penambahan ini tidak ada lagi penambahan hari-hari berikutnya. Karena, kasihan terhadap aktivitas anak di sekolah,” jelasnya.

Sementara itu dalam upaya membuat aktivitas belajar daring menyenangkan, Sobri mengaku, paling lama kegiatan belajar hanya dilakukan selama 1 sampai 2 jam.

Lely, salah satu Guru Pemasaran, mengatakan aktivitas peniadaan kegiatan di sekolah sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Namun, pihaknya tetap memantau aktivitas anak didik agar tidak ketinggalan materi saat pembelajaran via online.

“Setiap guru punya skema sendiri, bagaimana pelaksanaan pembelajaraan via online. Namun, yang terpenting anak didik tetap memahami apa yang kita berikan. Hal ini efektif dari beberapa tugas yang kami berikan, bagaimana mereka menyerap ilmu yamg kami sampaikan,” ucapnya.

Lihat juga...