Sosok Pak Harto di Mata Maliki Mift

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Mantan ajudan Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, Mayor Jenderal (Purn) TNI, Maliki Mift mengatakan, Pak Harto  adalah sosok pemimpin yang mempunyai komitmen keagamaan yang kuat.

Bagi Maliki, sosok Pak Harto adalah panutan dalam kepemimpinan dan kehidupan dengan kesabaran dan ketekunan serta ketaatan beribadah.

“10 tahun, saya ikut Pak Harto, mengawal Beliau. Itu tiap masuk waktu jam salat, Beliau langsung salat tanpa ditunda. Jujur saya sendiri  kadang masih entar dulu. Ini Beliau tepat waktu dalam ibadah tak pernah menunda. Saya belajar teguhnya keimanan  dari Beliau,” ujar Maliki, kepada Cendana News di Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Selasa (20/7/2021).

Dalam mendidik putra-putrinya di bidang agamanya juga menurut Maliki sangat mumpuni. Terlihat dari setiap pengajian keluarga Cendana yang dihadiri oleh Maliki, bahwa semua anak Pak Harto sangat fasih membaca Al-Qur’an.

“Putra-putri Pak Harto, hatam membaca Al-Qur’an. Saya melihat mereka mengaji itu  huruf Arab, bukan teksnya. Bahkan mereka  juga bisa nulis bahasa Arab. Ini  berarti kita dapat menyimpulkan  di masa kecilnya putra putri Pak Harto mendapatkan didikan  yang cukup bagus di bidang agama. Kan itu pasti didikan Pak Harto, sebagai ayahnya,” ungkap Maliki Mift, yang merupakan mantan pengawal Presiden Soeharto.

Kembali Maliki menegaskan, bahwa Pak Harto mempunyai komitmen yang kokoh di bidang agama menjadi panutan. Seperti dalam setiap perayaan Idul Adha, menurutnya, Pak Harto selalu ibadah salat ied di Masjid At Tin dengan didampingi anak-anaknya.

Usai salat Idul Adha, Pak Harto bergegas melangkahkan kakinya ke area pemotongan hewan kurban. Di lokasi tersebut, Pak Harto secara langsung menyerahkan hewan kurban dari keluarga besarnya kepada panitia kurban Masjid Agung At Tin.

“Jadi, selama hidupnya hampir tidak pernah diwakilkan, Beliau yang datang menyerahkan hewan kurban dengan didampingi Mbak Tutut Soeharto, Mbak Titiek Soeharto, Mbak Mamiek Soeharto dan Pak Sigit Soeharto. Beliau juga menyaksikan proses pemotongan hewannya dengan gema takbir yang dilantunkan,” ungkap Maliki.

Maliki mengaku banyak kenangan selama dirinya menjadi pengawal Pak Harto. Utamanya kata dia, adalah kepribadian Beliau yang sabar dan ikhlas dalam memimpin bangsa ini serta komitmen ibadah yang kuat.

“Pak Harto selalu ramah dan tersenyum pada orang lain, seperti tiap pemotongan hewan kurban. Itu semua yang kerja didatangi disalami dan disapa ramah dengan senyum khas Pak Harto yang selalu ditebar, bikin hati kita sejuk,” ujar Maliki.

Sehingga tak heran menurutnya, kalau Pak Harto dijuluki The Smiling General  atau Sang Jenderal yang Tersenyum. “Ya karena raut wajah Pak Harto yang senantiasa tersenyum dan menunjukkan keramahan kepada setiap orang,” paparnya.

Dan ternyata kata Maliki, dari hadist-hadist yang dia pelajari serta belajar dari guru agama yakni kepada Muhammad Quraish Shihab.

“Dari hadist yang saya pelajari dan kata Pak KH Quraish Shihab, senyum itu amal. Ternyata itu mungkin dasar pemikiran Pak Harto kenapa Beliau selalu tersenyum pada setiap orang, dan ramah,” pungkas Mayor Jenderal (Purn) TNI, Maliki Mift yang merupakan Kepala Museum Pewayangan Kautaman.

Lihat juga...