Stok Habis, Malaysia Berhenti Gunakan Vaksin Sinovac

Warga Malaysia menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac di sebuah truk vaksinasi di Kuala Lumpur, Juni 2021 - foto Dok Ant

KUALA LUMPUR – Kementerian Kesehatan Malaysia akan menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 buatan Sinovac China, setelah pasokannya habis. Sementara, stok vaksin jenis lain, mencukupi untuk program vaksinasi.

”Inokulasi penduduk Malaysia selanjutnya sebagian besar akan menggunakan vaksin berbasis mRNA buatan Pfizer-BioNTech,” kata Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, pada konferensi pers dengan pejabat tinggi kementerian lainnya, Kamis (15/7/2021).

Negara Asia Tenggara itu telah mengamankan sekitar 45 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech, yang cukup untuk mengimunisasi 70 persen populasi. Jumlah tersebut dibandingkan dengan 16 juta dosis suntikan Sinovac, yang dimiliki. “Sekitar setengah dari 16 juta (dosis) sudah didistribusikan, jadi sisanya akan digunakan untuk menutupi dosis kedua. Bagi yang belum divaksin, mereka akan menerima vaksin Pfizer,” kata Baba.

Pemerintah Malaysia sebelumnya mengatakan, telah mengamankan 12 juta dosis Sinovac, sebagai bagian dari kesepakatan yang membuat BUMN farmasi setempat, Pharmaniaga, dapat melakukan pengisian dan pengemasan vaksin untuk distribusi lokal.

Pengumuman untuk menghentikan penggunaan vaksin Sinovac yang berbasis virus tidak aktif muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemanjurannya terhadap varian baru virus corona yang lebih menular.

Sementara itu, negara tetangga Thailand, minggu ini mengatakan akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai dosis kedua, bagi mereka yang menerima suntikan Sinovac. Sedangkan Indonesia, sedang mempertimbangkan suntikan penguat bagi tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Vaksin lain yang disetujui oleh Malaysia adalah AstraZeneca, CanSino Biologic China, dan vaksin Janssen dari Johnson & Johnson. Malaysia juga berencana mengumumkan keputusannya tentang kemungkinan menambahkan vaksin dari Sinopharm China.

Dengan 880.782 kasus dan 6.613 kematian sejauh ini, Malaysia menjadi negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara, tetapi juga dengan tingkat inokulasi tertinggi. 26 persen dari 32 juta penduduknya telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin COVID-19. (Ant)

Lihat juga...