Syarat Penyeberangan Jawa-Bali Diperketat ASDP

Ilustrasi. KMP Belida milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) - Foto Ant

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), memberlakukan pengetatan syarat penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali, pada periode libur Iduladha, yang bersamaan dengan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat.

Dengan kebijakan tersebut, masyarakat diimbau agar menunda perjalanan. “Kami berharap masyarakat untuk menunda perjalanan pada libur Iduladha ini. Kalaupun ada kebutuhan yang mendesak untuk melakukan perjalanan, mohon agar tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi aturan syarat perjalanan yang ditetapkan. Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin, hasil negatif RT PCR 2×24 jam atau Antigen 1×24 jam dan STRP atau Surat Keterangan Perjalanan,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, Senin (19/7/2021)

Masyarakat diminta memastikan keberadaan syarat perjalanan tersebut, sudah disiapkan lengkap saat akan berangkat dari rumah. “Dan untuk pengguna jasa yang menyeberang di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, pastikan juga agar membeli tiket via online Ferizy,” kata Shelvy.

Shelvy mengatakan, Pemerintah kembali memperketat syarat perjalanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. Termasuk pengguna jasa penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali selama periode libur Iduladha.

Dalam Surat Edaran No.SE 51/2021, tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Menteri Perhubungan No.SE 43/2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada masa Pandemi COVID-19 telah diatur bahwa mulai 18 sampai 25 Juli 2021, pengguna jasa yang diperbolehkan menyeberang dari dan ke Pulau Jawa dan Bali adalah, pengguna jasa dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal.

Kemudian, pengguna jasa dengan keperluan mendesak, yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil didampingi satu orang keluarga, kepentingan persalinan dengan maksimal dua orang dan pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

Pengecualian syarat perjalanan kartu vaksinasi hanya berlaku bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik, pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non COVID-19 maksimal lima orang.

“Untuk pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama, tetapi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan,” jelasnya.

ASDP memastikan, mekanisme penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal tetap dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat di kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal. Wajib penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, dan penyediaan wastafel dan hand sanitizer.

ASDP secara rutin melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal. Khusus lintasan Ketapang – Gilimanuk pada periode 14 sampai 20 Juli 2021, khusus pelayanan Penumpang Pejalan Kaki (Dewasa, Anak, dan Bayi) dan kendaraan angkutan penumpang (Golongan I,II,III,IVA, VA, dan VIA) hanya diperbolehkan menyeberang pada Pukul O6.00 sampai dengan 19.00 WIB dari Pelabuhan Ketapang. Dan pukul 07.00 sampai dengan 20.00 WITA dari Pelabuhan Gilimanuk. (Ant)

Lihat juga...