Tagana Berikan Edukasi Mitigasi Bencana ke Sejumlah Pesantren di Lamsel

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan memberikan edukasi mitigasi bencana dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sejumlah pesantren. Kegiatan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel menyebut edukasi merupakan bentuk kepedulian pada lembaga pendidikan. Kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) mengedukasi siswa terkait  potensi bencana dengan menggunakan metode menonton video, pembagian pamflet, simulasi penanganan.

“Pelatih atau instruktur yang memberi materi TMS sudah mendapatkan pelatihan dari Kemensos sehingga memiliki bahan ajar yang terstruktur, berupa materi secara tertulis, lisan hingga simulasi secara langsung, sekaligus parameter evaluasi usai kegiatan dengan sasaran subyek siswa sekolah,” terang Hasran Hadi saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (15/7/2021).

Koordinasi dengan sejumlah sekolah sebut Hasran Hadi telah dilakukan sebelum pandemi. Sejumlah relawan Tagana bekerjasama dengan pelopor perdamaian (Pordam) melakukan edukasi kebencanaan dengan protokol kesehatan.

Program yang dilaksanakan sebutnya berupa pembekalan bersifat informasi, tekhnik antisipasi dan penanganan bencana serta simulasi melibatkan siswa dan guru sekolah.

Hasran Hadi (kanan) Sekretaris Tagana Lampung Selatan melakukan edukasi mitigasi bencana, penyadartahuan pentingnya menjaga kesehatan di Pesantren Darul Hikam, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan oleh Tagana Lampung Selatan, Kamis (15/7/2021). Foto: Henk Widi

Program TMS yang dilakukan berkelanjutan. Hasran Hadi menyebut sebagai organisasi sosial dalam kebencanaan berbasis masyarakat peduli pada dunia pendidikan. Melibatkan Pordam, Dinas Sosial Provinsi Lampung kegiatan edukasi mitigasi menyasar sekolah tingkat SD hingga SMA. Sejumlah pesantren di antaranya Darul Hikam, Nurul Islam, Darussalam, Miftahul Huda dan sejumlah pesantren di Lamsel.

“Materi TMS yang dilakukan oleh Tagana juga diisi dengan pembersihan lingkungan hingga penyemprotan disinfektan,” ulasnya.

Pembersihan lingkungan pada area pesantren, sekolah sebutnya cukup penting. Sebab sebagian sekolah dalam satu tahun ajaran yang tidak digunakan berpotensi jadi sarang nyamuk. Pencegahan penyakit menjadi salah satu langkah agar siswa bisa belajar nyaman saat kegiatan belajar mengajar tatap muka diperbolehkan kembali.

Saifuddin, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam menyebut edukasi mitigasi bencana sangat penting. Siswa perlu mendapat edukasi tentang pentingnya memahami potensi bencana.

Selain kebencanaan, siswa di pesantren juga mendapat materi tentang kegiatan menjaga protokol kesehatan selama pandemi. Menjaga kebersihan lingkungan pesantren juga dilakukan memasuki tahun ajaran baru.

Lihat juga...