Tahun Ajaran Baru Dimulai Senin, MPLS Digelar Daring

Editor: Koko Triarko

Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri di Semarang, Jumat (9/7/2021). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh jenjang pendidikan ditunda akibat angka Covid-19 yang masih tinggi. Meski demikian, tahun ajaran baru 2021/2022 tetap akan dimulai pada Senin (12/7/2021) mendatang.

“Rencana awal uji coba PTM yang sedianya akan dilaksanakan pada 12 Juli 2021 mendatang, kita tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dilakukan karena angka Covid-19 di Kota Semarang masih tinggi. Selain itu, kita juga masih menjalankan PPKM darurat,” papar Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri di Semarang, Jumat (9/7/2021).

Meski PTM ditunda, namun pihaknya memastikan tahun ajaran baru akan tetap dimulai pada Senin (12/7/2021) mendatang.

“Tahapannya tetap sama, tidak berubah. Termasuk juga nantinya ada pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, yang semuanya dilakukan secara daring atau online. Guru sudah siap semua, jadi tinggal pelaksanaannya,” terangnya.

Diterangkan, Kemendikbud Ristek juga telah membuat panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru yang seluruhnya digelar secara daring.

“Kepala sekolah sepenuhnya bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pengenalan lingkungan. Kita harapkan dengan adanya MPLS ini, dapat membantu siswa baru untuk  beradaptasi dengan lingkungan dan fasilitas sekolah. Termasuk juga menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa,” tambahnya.

Kegiatan MPLS dilakukan di hari dan jam pelajaran sekolah selama maksimal 3 hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. “Jadi sudah kita minta seluruh sekolah untuk menyiapkan hal ini. Harapannya, meski pandemi, motivasi siswa untuk terus belajar bisa tetap dibangun,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Disdik Kota Semarang, Hari Waluyo, menambahkan sebelumnya pihaknya sudah menyiapkan pembelajaran blended learning atau gabungan antara tatap muka dan daring, dalam uji coba PTM.

“Rencana awalnya PTM akan diikuti oleh seluruh SDN dan SMPN di Kota Semarang. Ditambah sejumlah sekolah swasta yang sudah mengajukan diri. Namun karena kondisinya masih PPKM dan angka Covid-19 tinggi, sehingga uji coba ditunda. Meski demikian, sistem blended learning yang sudah disiapkan ini, nantinya bisa tetap dioptimalkan dalam pembelajaran daring,” terangnya.

Nantinya, guru tetap akan mengajar layaknya PTM, sehingga siswa tetap bisa merasakan atmosfer pembelajaran di kelas. “Ini penting untuk menumbuhkan semangat belajar siswa. Apalagi pandemi sudah berjalan lebih dari satu tahun, para siswa baru pada tahun lalu hingga sekarang juga belum pernah merasakan masuk kelas. Jadi, harapannya dengan sistem ini para siswa bisa tetap bersemangat. Termasuk juga dalam kegiatan MPLS,” pungkasnya.

Lihat juga...