Taman Kota Jadi Pilihan Berwisata Saat Pembatasan Aktivitas

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Masa pembatasan kegiatan dengan penyekatan jalan, berimbas kegiatan rekreasi terhambat. Meski demikian, sejumlah warga Kota Bandar Lampung tetap bisa menikmati suasana dan bersantai di sejumlah taman.

Ardian, salah satu warga Bandar Lampung, menyebut jika sebenarnya terdapat banyak taman yang menarik dikunjungi. Namun imbas penyekatan sejumlah akses jalan, terutama bagi kendaraan roda empat, membuat warga sulit menjangkau sejumlah titik rekreasi itu.

Namun, sejumlah taman masih bisa diakses dengan mudah. Antara lain Taman Refleksi di jalan WR. Supratman, Teluk Betung Utara.  Suasana taman yang asri dimanfaatkan warga untuk bersantai saat sore.

Menurut Ardian, Taman Refleksi cukup unik. Sesuai namanya, taman itu dilengkapi fasilitas pijat refleksi, yakni sebuah area untuk jalan kaki dengan batu khusus yang bisa memberi efek pijat refleksi.

“Rekreasi di Taman Refleksi kerap dilakukan warga saat pagi hari dan sore, sembari menghabiskan waktu luang, apalagi selama pembatasan kegiatan akses masuk ke jalan protokol Bandar Lampung ditutup total, sehingga kegiatan rekreasi di sejumlah tempat tidak bisa diakses, taman yang ada jadi lokasi untuk rekreasi murah meriah,” terang Ardian, saat ditemui Cendana News, Minggu (18/7/2021) sore.

Penyekatan sejumlah akses jalan tetap bisa dimanfaatkan warga untuk menikmati suasana Taman Gajah, Enggal, Bandar Lampung salah satunya oleh Stevani, warga Bumi Waras, Minggu (18/7/2021) sore. -Foto: Henk Widi

Ardian mengatakan, Taman Refleksi menjadi lokasi favorit untuk bersantai dan mendapat udara segar. Pasalnya, berkurangnya kendaraan didukung pepohonan menghijau di taman itu. Sejumlah pohon melati taman, jambu jamaica menjadi penghias taman. Tempat duduk permanen juga menjadi tempat beristirahat setelah berjalan merefleksi kaki. Keindahan taman dengan ornamen siger, tapis dan pengantin adat Lampung.

Taman yang diberi rumput menghijau jenis jepang, australia, menjadi area bermain anak-anak. Area seluas ratusan meter persegi itu menjadi tempat rekreasi yang mudah diakses warga. Tanpa harus pergi jauh, warga memanfaatkan rekreasi dan jalan santai. Bagi sejumlah warga yang ingin mendapatkan kebugaran, Taman Refleksi menjadi lokasi pilihan.

Fasilitas refleksi di area taman juga tersedia di Taman Gajah, Enggal. Fasilitas taman yang dilengkapi oleh trek untuk refleksi sementara ditutup untuk kendaraan. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Stevani, untuk menikmati suasana taman. Dipenuhi dengan rumput menghijau, pepohonan ketapang kencana, taman menjadi tempat rekreasi yang sejuk.

Namun, dihentikannya semua aktivitas pedagang kaki lima berimbas taman menjadi lebih lengang. Bagi pecinta rekreasi, kondisi taman yang tidak seramai biasanya menjadi lebih menyenangkan. Suasana yang tidak ramai, bahkan lebih bersih membuat Stevani bisa menikmati suasana taman. Kendaraan yang kerap parkir di tepi jalan, tidak terlihat, menjadikan kegiatan rekreasi lebih nyaman.

“Udara lebih sejuk karena banyak pohon dan polusi berkurang karena kendaraan roda empat dialihkan,” ulasnya.

Taman Lungsir juga bisa dinikmati kala pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Taman di pertemuan Jalan Diponegoro dan Jalan Dokter Susilo itu menjadi tempat favorit bersantai.

Salah satu pecinta jalan santai, Valentino, mengaku Taman Lungsir lebih lengang tanpa adanya pedagang. Tempat tersebut menjadi lokasi rekreasi menikmati keindahan menara Masjid Agung Al Furqon yang menyala sejak sore.

Sejumlah taman bunga dengan rerumputan menghijau, sebut Valentino, bisa dinikmati. Ia bahkan menyebut penyekatan akses jalan membuat kendaraan tidak melintas, terutama roda empat.

Ia bisa menikmati rekreasi hanya bersama satu rekannya untuk menikmati suasana kota Bandar Lampung. Keindahan landscape kota bisa diabadikannya dengan kamera.

“Taman Lungsir hanya bisa dinikmati saat pagi hingga sore, karena saat malam semua lampu dimatikan selama PPKM Darurat,” ulasnya.

Berada sejalur dengan Taman Lungsir, masih di Jalan Diponegoro, Taman Kupang juga menjadi alternatif rekreasi. Taman dengan ciri khas ornamen khas berupa siger, tapis dan pengantin Lampung juga cukup indah. Taman yang luas itu kerap menjadi tempat bagi anak-anak bersama orang tua bersantai. Keindahan taman dilengkapi pepohonan menghijau berupa cemara dan berbagai bunga warna warni.

Keberadaan sejumlah taman menjadi peluang bagi Sujasir, salah satu pedagang sate ayam. Berjualan dengan memakai pikulan, ia hanya melayani penjualan sistem dibungkus (take away). Namun sebagian warga yang ingin menikmati sate ayam yang dipanggang bisa menikmatinya di Taman Refleksi, dan sejumlah taman lain. Ia memilih berjualan dari satu taman ke taman lain untuk mendapatkan pelanggan.

Lihat juga...