Tanaman Anggur Hijaukan RT 09 Kelurahan Munjul Jakarta Timur

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Tanaman anggur dengan daunnya yang merambat menghiasi Gang Mawar III, Jalan Buni lingkungan RT09/04 Kelurahan Munjul, Jakarta Timur. Hingga masuk ke dalam gang itu, tanaman anggur itu tumbuh subur dan rindang menjadikan lingkungan tersebut terlihat asri dan sejuk.

Lukman Widodo, Ketua RT 09/04 Munjul mengajak warganya untuk melakukan kegiatan urban farming atau penghijauan dengan menanam buah anggur di setiap pekarangan rumah.

“Budidaya anggur untuk keindahan alam yakni sebuah sensasi, di Jakarta jarang bergelantungan buah, apalagi anggur,” ujar Lukman, kepada Cendana News ditemui di Gang Mawar III, Jalan Buni, Kelurahan Munjul, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021).

Untuk memberi edukasi kepada warganya tentang budidaya anggur, Lukman pun bergabung dengan komunitas anggur Jakarta. Tujuannya untuk belajar tentang budidaya. Selain itu, dia juga melakukan survai ke Kelurahan Malakasari, Klender, Jakarta Timur, yang telah terlebih dahulu budidaya anggur di tanah milik pemerintah daerah (Pemda) DKI Jakarta.

“Sebelum saya edukasi warga, terlebih dulu belajar ke komunitas anggur dan melakukan studi banding ke Malakasari, bahwasanya di setiap sudut ruangan yang minimal kena sinar matahari, anggur bisa tumbuh,” ujar Lukman.

Kemudian, Lukman berpikir untuk melestarikan lingkungan RT-nya dengan menanam buah anggur. Ia pun mengedukasi warga dengan memperlihatkan video budidaya anggur dari komunitas anggur Jakarta. Tentu terlebih dulu, ia budidaya anggur di pekarangan rumahnya dengan sistem tabulampot.

“Saya mengajak warga, tentu harus memberi contoh dulu dengan menanam anggur di halaman rumah saya. Jadi tidak asal mengajak, saya juga belajar pada komunintas anggur,” ungkap pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur 43 tahun ini.

Gaung pun bersambut banyak warga yang antusias untuk menanam anggur di rumahnya. Apalagi menurutnya, selain untuk keindahan dan keasrian halaman rumah, budidaya anggur ini bisa menciptakan ekonomi kreatif. Misalnya, warga dapat menjual buah bibit anggur dan sebagainya.

“Alhamdulillah warga saya antusias karena mereka punya latar belakang suka dengan tanaman hias, dan memang dari beberapa titik rumah dari dulu itu sudah ada warga yang menanam anggur. Jadi, saya optimis warga saya akan mau diajak,” paparnya.

Saat ini, ada 30 varian anggur baik lokal maupun impor, yang ditanam di lingkungan RT 09/04 Kelurahan Muncul. Di antaranya, halloween, banana, juviter, angelica, atika, alphonso, isabella, cleoparta, red master, transvigurasi dan lainnya.

Adapun masa tanam anggur hingga panen membutuhkan waktu sekitar 7 bulan.

“Idealnya karena bukan dari biji, tapi dari sistem stek atau okulasi antara 5-7 bulan itu idealnya anggur ini berbuah,” imbuhnya.

Namun demikian, tambah dia, dari bunga sampai buah anggur matang, itu antara 100-120 hari. “Tergantung jenis anggurnya, kalau anggur lokal umumnya 100-110 hari, kalau jenis impor itu 120 hari,” jelasnya.

Ketua RT 09/04 Kelurahan Munjul, Lukman Widodo sedang memperlihatkan anggur budidaya warga lingkungannya di Gang Mawar III, Jalan Buni, Kelurahan Munjul, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021). foto: Sri Sugiarti.

Saat ini menurutnya, anggur yang sudah panen adalah varian lokal yaitu yellow belgia. Sekali panen mencapai 10-15 kilogram buah anggur. Namun hasil panen tidak dijual karena untuk dinikmati warga dan juga untuk memenuhi kebutuhan produksi jus anggur.

“Menanam anggur secara swadaya warga ini sejak tahun 2014. Karena budidaya anggurnya swadaya warga, maka hasil panennya dibagikan kepada warga untuk mencicipi. Sebagian dipakai untuk mencukupi produksi jus anggur,” urai Lukman.

Dengan 30 varian anggur yang ditanam, Lukman berharap kedepan panennya akan berlimpah hingga mencapai 30-50 kilogram sekali panen.

“Inshaallah 3-4 bulan lagi akan panen anggur perpaduan lokal dan impor, digabung panennya. Selama ini kan panen hanya anggur lokal,” imbuhnya.

Dikatakan dia, perawatan anggur relatif mudah sama seperti tanaman pada umumnya. Hanya saja penyakitnya agak rentan identik dengan jamur daun. Penyiraman kadang terkendala efek cuaca, ketika musim hujan mayoritas daunnya agak gosong di ujung, dan berjamur di batang. Pengobatan pestisida dan fungisida sudah pasti dilakukan untuk pertumbuhan tanaman anggur ini.

“Intinya telaten, penyiraman harus rutin, dan juga pemupukan. Yakni satu hari pakai pupuk kimia, terus tiga berikutnya pupuk organik cair. Jadi terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Pelestarian dengan budidaya anggur ini, Lukman berharap lingkungan RT-nya kedepan bisa menjadi kawasan wisata edukasi dan agro wisata

“Harapan saya, lingkungan ini jadi agro wisata anggur,” tegas Lukman.

Ibu Edi, salah satu warga RT 09/04 mengaku mendukung penghijauan di lingkungannya. Ini dibuktikan dengan dirinya menanam ragam jenis tanaman dan juga anggur di pekarangan rumahnya.

“Saya manfaatkan halaman rumah nanam tanaman hias, sayuran dan anggur. Rumah jadi lebih asri dan sejuk,” ujar Ibu Edi kepada Cendana News, Senin (5/7/2021).

Lihat juga...