Tangani Pasien Covid-19, Pemerintah Salurkan Rp10,5 Triliun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah masih terus membiayai ongkos pengobatan pasien Covid-19 di Tanah Air. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani melaporkan, bahwa hingga 24 Juni 2021 lalu, pemerintah telah membayarkan klaim biaya penanganan pasien Covid-19 sebesar Rp10,5 triliun.

“Realisasinya pembayaran tahap I ini sudah hampir mencapai 100 persen dari total pagu anggaran yang kami siapkan, sebesar Rp10,6 triliun,” ujar Menkeu dalam Konferensi Pers terkait Aspek APBN Terhadap Implementasi PPKM Darurat, Jumat (2/7/2021) secara virtual.

Adapun untuk pembayaran pada tahap ke II 2021, menurut Menkeu dibutuhkan anggaran sebesar Rp11,97 triliun. Dan saat ini, pemenuhan kebutuhan anggarannya sedang dalam proses penetapan.

“Ini semua menggambarkan betapa APBN sedang menghadapi sesuatu yang sangat dinamis dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ucap Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan, bahwa Kementerian Kesehatan dapat membayar uang muka paling banyak 50 persen dari klaim yang diajukan rumah sakit, apabila berkas klaimnya sudah lengkap.

“Rumah sakit juga perlu ingat, bahwa klaim paling lambat diajukan 2 bulan setelah layanan diberikan kepada pasien Covid-19. Kemenkes juga melakukan pembayarannya paling lambat 7 hari kerja setelah menerima hasil verifikasi dari BPJS,” jelas Menkeu.

Sebelumnya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa total kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 2.203.108, dengan angka kematian mencapai 58.995 (2,7 persen), serta angka kesembuhan mencapai 1.890.287 (85,8 persen).

“Untuk total kasus aktifnya saat ini telah mencapai 253.826. Ini angka yang sangat tinggi sekali. Ini juga yang mendorong kita mengeluarkan kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali, karena kasus aktif dan kenaikannya sangat tinggi,” pungkas Airlangga.

Lihat juga...