Target Investasi Rp1 Triliun di Banyumas Optimis Terpenuhi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas tetap optimis bisa memenuhi target investasi 2021 sebesar Rp 1 triliun di tengah situasi pandemi Covid-19. Hal tersebut karena banyak investasi besar yang sekarang ini masih dalam proses perizinan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf mengatakan, hingga pertengahan tahun 2021 ini, investasi yang masuk ke Banyumas sudah mencapai Rp 400 miliar lebih. Sehingga kekurangannya sebesar Rp 600 miliar, optimis bisa dicapai hingga akhir tahun ini.

“Kita sangat optimis bisa mencapai target investasi yang ditentukan Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp 1 triliun. Sebab, banyak investasi besar yang perizinannya masuk tahun ini,” katanya, Rabu (21/7/2021).

Lebih lanjut Amrin Ma’ruf menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, meski dalam situasi pandemi Covid-19, pihaknya tetap mampu memenuhi target investasi, bahkan melampaui.

Beberapa investasi yang sudah masuk ke Banyumas tahun ini antara lain, pembangunan perumahan, conveyor semen, pembangunan Rumah Sakit JIH, serta pembangunan industri. Untuk pembangunan rumah sakit JIH sendiri, nilai investasinya mencapai Rp 250 miliar.

“Jadi kita dorong para investor untuk segera menyelesaikan proses perizinan dan kita akan bantu supaya lebih cepat dan mudah, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) di bawah pengelolaan DPMPTSP, sebagai pusat perizinan bertujuan untuk menurunkan angka kemiskinan melalui investasi. Dan masuknya investasi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kebijakan terkait penanaman modal, kemudahan proses perizinan, serta adanya komitmen anggaran.

“Karena itu, saya minta semua proses perizinan dipercepat dan dipermudah, namun tetap sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Dipermudah bukan berarti kemudian melanggar aturan,” pesan Bupati.

MPP Kabupaten Banyumas saat ini sudah masuk 9 besar terbaik tingkat nasional dan sedang proses menuju tiga terbaik tingkat nasional. Tim penilai atau penguji terkait pelayanan publik tersebut dari Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokran (PAN RB) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Menurut Bupati, jika MPP Banyumas lolos masuk ke tiga besar terbaik tingkat nasional, maka akan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dan dana tersebut akan dipergunakan untuk kemakmuran masyarakat Banyumas.

Lihat juga...