TC Tim Dayung PON Ibu Kota Digelar di Palembang

Atlet dayung PON Sumatera Selatan beradu kecepatan dengan atlet DKI Jakarta saat uji tanding di arena dayung Jakabaring Sport CIty (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/7/2021) - Foto Ant

PALEMBANG – Tim dayung DKI Jakarta, menggelar pemusatan latihan daerah (TC) di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai bagian dari persiapan bertanding di PON XX di Papua. Sebanyak 25 atlet digembleng di venue latihan rowing center Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan, sampai Agustus 2021 mendatang.

Pelatih Kepala tim dayung Provinsi DKI Jakarta, Ayun mengatakan, mereka bertandang ke Palembang karena dituntut harus memaksimalkan semua program-program latihan yang belum berjalan efektif. Kondisi tersebut dialami, semenjak Pemerintah DKI Jakarta menerepkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat. “Semua atlet yang mengikuti pelatihan terpusat di sini sudah memenuhi syarat protokol kesehatan dan mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Sumatera Selatan dan Pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.

Selama pelatihan, puluhan atler nomor rowing dan canoeing, dilatih secara intensif berbarengan dengan para atlet Provinsi Sumatera Selatan. Kedua tim tersebut dipertemukan untuk saling mengembangkan kemampuan. “Meskipun nantinya DKI Jakarta dan Sumatera Selatan akan menjadi rival saat pertandingan, tapi dalam latihan kita jadi satu tim yang saling melengkapi,” jelasnya.

Selama masa pelatihan, para atlet akan dipacu ketahanan fisiknya dan pengembangan kemampuan mendayung secara tim ataupun secara individu. Tim pelatih akan memaksimalkan waktu yang tersisa setidaknya 70 hari, sebelum diberangkatkan ke Papua.

Latihan akan dilakukan setiap hari. Dalam seharinya, terdapat tiga sesi latihan, pukul 06.00 sampai 09.00 WIB untuk latihan fisik. Pukul 09.00 sampai 12.00 WIB untuk latihan teknik dan strategi dan pukul 14.00 sampai 17.00 WIB untuk latihan praktik. Sejak menjalani pemusatan latihan di JSC Palembang, kekompakan dan pola permainan tim DKI Jakarta masih belum terlihat.

Hal tersebut dikarenakan, atlet sudah lebih kurang satu tahun diistirahatkan, lantaran sama sekali tidak ada kompetisi. “Ini wajar, tetapi dengan kemampuan kami ini optimistis mendapatkan medali emas seperti PON XIX Jawa Barat yang dapat tiga emas untuk nomor rowing dan canoeing,” ujar Ayun.

Sementara Pelatih Kepala tim dayung Provinsi Sumatera Selatan, Eva menyakini, Pelatda terpusat bersama tim DKI Jakarta, akan memberikan dampak positif terhadap permainan anak asuhnya. Ini lantaran, komposisi tim dayung Sumatera Selatan khususnya untuk nomor rowing dan canoeing, diisi oleh atlet muda yang minim pengalaman. Tim Sumatera Selatan saat ini berada dalam masa transisi, sehingga mayoritas diisi oleh atlet-atlet muda dengan usia rata-rata 14-21 tahun.

Sementara, beberapa orang atlet senior saat ini sedang mengikuti pelatihan terpusat nasional di Singapura. “Maka dengan komposisi atlet DKI Jakarta yang tergolong senior, akan memberikan motivasi tersendiri bagi atlet muda kita,” kata dia.

Prestasi atlet Sumatera Selatan cukup gemilang pada ajang Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat 2016 dengan berhasil mendapatkan 3 perunggu untuk nomor rowing dan canoeing Puteri. “Kami juga menjadi ancaman bagi tim lain di PON XX Papua mendatang,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...