Tekan COVID-19, Kotim Aktifkan Tiga Pos Penyekatan di Perbatasan

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kotawaringin Timur di Sampit, Kamis (8/7/2021) - Foto Ant

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),  Kalimantan Tengah (Kalteng), bersama TNI dan Polri, mengaktifkan kembali pos penyekatan di tiga titik perbatasan. Pos tersebut untuk memeriksa warga, yang melakukan aktivitas ke luar dan masuk ke kabupaten tersebut.

“Tadi malam saya rapat dengan Forkopimda membahas peningkatan kasus COVID-19. Mulai hari ini persiapan, paling lambat besok ada pos penyekatan untuk memeriksa warga yang ke luar masuk Kotawaringin Timur (Kotim),” kata Bupati  Kotawaringin Timur, Halikinnor, Kamis (8/7/2021).

Halikinnor menyebut, pos penyekatan tersebut berada di Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Katingan. Kemudian di Desa Sebabi Kecamatan Telawang, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kemudian di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Seruyan. Penyekatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah, untuk menekan peningkatan penularan COVID-19. Tujuannya, untuk mengendalikan dan memantau pergerakan orang, sehingga potensi masuknya warga penderita COVID-19 bisa dicegah.

Halikinnor mengatakan, kebijakan ini diambil untuk menekan penularan COVID-19, yang saat ini sedang melonjak tajam. Saat ini peningkatan tidak hanya pada jumlah kasus baru, tetapi juga jumlah penderita COVID-19 yang meninggal dunia.

Dalam dua hari ini, tercatat ada empat orang penderita COVID-19 di Kotawaringin Timur meninggal dunia. Sebelumnya, tercatat dua orang meninggal dunia dan di Kamis (8/7/2021) ada dua orang lagi yang meninggal dunia. Data pada Kamis (8/7/2021) siang, terdapat penambahan 52 orang terpapar COVID-19, dengan 20 orang sembuh dan dua orang meninggal dunia. Secara keseluruhan kasus COVID-19 di Kotim sudah sebanyak 3.487 kasus, terdiri dari 2.961 kasus sembuh, 428 orang penderita masih ditangani dan 98 orang meninggal dunia.

Halikinnor mengatakan, petugas di pos penyekatan nantinya akan memeriksa warga yang hendak melintas. Jika ada warga dari luar Kalimantan Tengah seperti Banjarmasin Kalimantan Selatan, maka akan diperiksa surat bukti hasil pemeriksaan swab PCR yang menyatakan negatif COVID-19.

Hasil evaluasi saat ini, kasus terbanyak penularan COVID-19 di Kotim merupakan klaster keluarga. Untuk itu pengawasan akan diperketat, termasuk mereka yang akan perjalanan dari maupun ke luar Kotawaringin Timur.

Keberadaan pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, yang sudah ada di beberapa lokasi juga akan dioptimalkan. Khususnya untuk memantau penderita COVID-19, yang menjalani isolasi mandiri. “Mungkin sudah ada kejenuhan, sehingga masyarakat mulai abai sehingga kasus COVID-19 kembali meningkat. Operasi Yustisi dilakukan guna meningkatkan disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 juga akan kembali kami aktifkan,” pungkas Halikinnor. (Ant)

Lihat juga...