Teknis Ketentuan PPKM Level IV di DIY Mengacu Inmendagri Terbaru

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji  - foto Ant
YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru, terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ,yang diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, telah menerima informasi perpanjangan PPKM level 4, saat mengikuti rapat koordinasi secara virtual, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. “Secara rinci, nanti akan dibuat surat dalam bentuk Instruksi Menteri Dalam Negeri ke daerah ke provinsi maupun ke kabupaten dan kota. Dan nanti tentu akan segera kita tindaklanjuti dengan nstruksi gubernur kepada bupati walikota,” kata Aji, Minggu (25/7/2021).

Rincian ketentuan terbaru dalam perpanjangan PPKM level 4, masih dibahas di level pemerintah pusat di Jakarta. “Masih dibicarakan di Jakarta nanti kita akan segera terima itu,” tambahnya.

Menurut Aji, Pemda DIY siap mengikuti apa saja aturan terbaru, yang ditambahkan maupun yang lebih diperketat dalam perpanjangan PPKM level 4. “Apa saja yang akan ditambahkan apa saja yang akan diperketat kita akan mengikuti setelah pemerintah pusat memutuskan,” tandasnya.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, Baskara Aji mengatakan, pelaksanaan Testing, Tracing dan Treatment (3T), akan lebih dioptimalkan. Antara lain dengan memanfaatkan aplikasi Silacak (Sistem Informasi Pelacakan), untuk melakukan pelacakan kontak erat secara digital. “Nanti akan ada tracing digital, yang akan dilaksanakan oleh teman-teman di bawah koordinasi TNI. Tadi Pak Panglima (TNI) sudah menyampaikan kesiapan TNI untuk melaksanakan tracing secara digital,” kata dia.

Melalui sarana digital, Aji meyakini, pelacakan kontak erat bisa lebih efektif dan masyarakat yang positif COVID-19 bisa lebih cepat diketahui. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi sarana bagi teman-teman dinas kesehatan maupun nakes-nakes yang lain, untuk mengetahui secara persis kondisi pasien baik yang ada di tempat isolasi terpusat maupun isolasi mandiri,” pungkas Aji. (Ant)

 

Lihat juga...