Teknologi Informasi Mudahkan Literasi di NTT di Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia juga dirasakan para pegiat literasi yang berada di berbagai wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pandemi boleh berdampak pada banyak bidang kehidupan, tetapi tidak boleh mematikan geliat literasi,” kata Maksimus Masan Kian, pegiat literasi asal Kabupaten Flores Timur (Flotim), saat dihubungi, Kamis (22/7/2021).

Maksi mengatakan, kita tengah berada di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Untuk itu kita harus memanfaatkan perkembangan yang ada, dengan menemukan cara baru dalam geliat literasi.

“Perkembangan dunia teknologi informasi yang begitu pesat memberikan berbagai kemudahan bagi kita untuk melaksanakan kegiatan literasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Tris, pengelola FTBM Pondok SMP Negeri 4, Nangapenda di Rajawalo Pandawa, Kabupaten Ende menyebutkan, Covid-19 bukan jadi penghalang dalam mengembangkan literasi.

Menurut Tris hal ini terjadi karena kita sudah dimudahkan dengan berbagai macam alat teknologi. “Jadi meskipun ruang kita dibatasi, kita masih bisa bertemu di ruang meeting online seperti zoom atau sejenisnya, untuk membangun jejaring dengan sesama pegiat literasi,” ungkapnya.

Pengelola FTBM Ola Sapan Lewo, Desa Model Kolipadan sekaligus pegiat literasi SMAN1 Ile Ape, Kabupaten Lembata, Rifli Balamakin menyebutkan tidak ada penghambat baginya dalam menekuni literasi.

Rifli menyebutkan, giat berliterasi tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi bisa menggunakan waktu kapan saja untuk mengurai kemampuan kita demi meningkatkan literasi.

Ia paparkan, salah satunya memanfaatkan telepon genggam Android dengan menemukan aplikasi-aplikasi bacaan yang dapat menarik perhatian dan menambah wawasan kita.

“Maka meskipun di tengah pandemi kita terus menggelorakan semangat literasi karena literasi merupakan salah satu peletak dasar untuk memajukan bangsa,” pungkasnya.

Lihat juga...