Terdampak Pandemi, Semarang Zoo Kembali Buka Donasi Pakan Satwa

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Lonjakan angka Covid-19, hingga penerapan PPKM Darurat di Kota Semarang, berimbas pada penutupan seluruh sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Termasuk salah satunya, Semarang Zoo, yang selama ini menjadi tujuan favorit wisata keluarga. Kebun binatang tersebut harus ditutup sementara waktu, yang berlaku sejak 22 Juni 2021 lalu, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Imbasnya, dengan tidak adanya pemasukan dari tiket pengunjung, sementara pakan harus terus diberikan kepada ratusan binatang yang ada, pengelola Semarang Zoo kembali membuka donasi pakan satwa.

“Kita harus bisa bertahan di masa pandemi ini, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa, meski saat ini tidak ada pemasukan dari tiket pengunjung, karena masih ditutup sementara. Untuk itu, kami juga membuka kembali donasi bagi para kawan satwa, yang terketuk hatinya untuk membantu,” papar Direktur PT Taman Satwa Semarang, Choirul Awaludin, sebagai pengelola Semarang Zoo, saat dihubungi di Semarang, Minggu (11/7/2021).

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Choirul Awaludin, sebagai pengelola Semarang Zoo, saat dihubungi di Semarang, Minggu (11/7/2021). -Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, saat ini sudah membuka donasi berupa logistik maupun non logistik untuk membantu ketersediaan pakan untuk satwa yang ada di Semarang Zoo.

“Untuk donasi logistik maupun non logistik bisa menghubungi langsung, melalui instagram @semarangzoo.official ataupun datang secara langsung. Selain itu, kawan satwa juga bisa berdonasi melalui subscribe channel youtube @official semarang zoo, karena setiap adsense yang masuk akan digunakan untuk kesejahteraan satwa,” terangnya.

Saat ini, jumlah satwa yang menjadi koleksi Semarang Zoo ada lebih dari 280 ekor dari 15 spesies, termasuk belasan harimau, buaya, singa, dan beberapa burung pemakan daging. Kebutuhan pakan dalam sebulan setidaknya 1,2 ton daging dan 30 ton rumput serta buah-buahan.

Pembukaan donasi pakan satwa ini, menjadi tempo yang kedua. Sebelumnya langkah serupa juga dilakukan pengelola, saat awal pandemi Covid-19 yang memaksa kebun binatang satu-satunya di Kota Semarang dan wilayah sekitarnya tersebut harus ditutup selama empat bulan dan baru beroperasi kembali pada 15 Juli 2020 lalu.

Di satu sisi, Awaludin menuturkan, selama penutupan, manajemen akan membuat program tiket presale dengan harga terjangkau. Tiket presale tersebut bisa digunakan untuk berwisata ke Semarang Zoo jika sudah kembali dibuka.

“Jadi, bisa beli tiket dulu, nanti ketika buka bisa masuk dengan harga yang murah. Itu untuk  membantu operasional kami,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mencoba beternak hewan yang tidak dilindungi. Hasil ternak bisa dijual untuk operasional Semarang Zoo, mengingat tidak ada pemasukan dan pendapatan selama objek wisata ditutup.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, menuturkan saat ini, seluruh industri pariwisata di Kota Semarang ditutup sementara, sesuai dengan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 – 20 Juli 2021.

“Selain itu, sebelumnya sejumlah objek wisata di Kota Semarang, khususnya yang dikelola oleh Pemkot juga kita tutup sementara, mulai 22 Juni 2021 lalu, untuk mengurangi kerumunan demi menekan laju penyebaran covid-19. Termasuk diantaranya objek wisata Semarang Zoo dan Goa Kreo,” terangnya.

Dipaparkan, PPKM Darurat yang diinstruksikan pemerintah pusat tidak jauh berbeda dengan PKM pengetatan yang sudah diterapkan di Kota Semarang. Sebelumnya, seluruh tempat wisata dan hiburan sudah ditutup untuk menekan penyebaran Covid-19. Selama PPKM Darurat, aturan tersebut tetap berjalan.

Di satu sisi, dirinya mengakui penutupan objek wisata berdampak negatif pada industri pariwisata di Kota Semarang, namun langkah tersebut harus diambil.

“Mudah-mudahan angka dan penyebaran Covid-19 bisa ditekan, segera turun, sehingga objek wisata bisa kita buka kembali. Sebelumnya pada awal pandemi Covid-19, industri pariwisata di Kota Semarang juga kita tutup dan baru dibuka kembali pada kisaran Juni-Juli tahun lalu,” pungkasnya.

Lihat juga...