Tutup 17 Hari, Banyumas Kehilangan PAD Wisata Rp300 Juta

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Penutupan tempat wisata total selama 17 hari selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat Kabupaten Banyumas kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp300 juta.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, akibat penutupan tempat wisata yang cukup lama, pihaknya harus melakukan revisi terkait PAD tahun 2021 ini.

“Kalau hitungan kita, selama PPKM Darurat ini, kita kehilangan PAD dari sektor pariwisata sekitar Rp300 juta,” katanya, Minggu (4/7/2021).

Lebih lanjut Asis menjelaskan, sebelum PPKM Darurat pihaknya juga sudah melakukan revisi PAD karena sepinya tingkat kunjungan wisata. PAD tahun 2021 yang semula ditargetkan Rp 15,6 miliar diremisi hingga menjadi separuhnya. Dan setelah ada PPKM Darurat, pihaknya terpaksa harus kembali merevisi PAD.

“Kemungkinan PAD dari sektor pariwisata tahun ini kita revisi hingga ke angka Rp7 miliar, karena ada penutupan tempat wisata selama 17 hari di bulan Juli ini,” tuturnya.

Meskipun begitu, lanjutnya, sebenarnya pada saat pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu, PAD dari sektor pariwisata meningkat. Hal tersebut karena adanya kenaikan tarif masuk pada tempat wisata di bawah pengelolaan Pemkab Banyumas.

Asis menerangkan, PAD sektor pariwisata tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19 hanya Rp12,7 miliar dan target PAD 2020 Rp12 miliar

yang kemudian direvisi menjadi Rp5 miliar karena pandemi. Dan tahun 2021 setelah ada kenaikan tarif sektor pariwisata, target PAD menjadi Rp12,7 miliar. Namun pada akhirnya juga harus direvisi lebih dari separuhnya.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, ketentuan tarif baru sudah diberlakukan pada tiga objek wisata yang dikelola pemkab, yaitu Lokawisata Baturaden, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP) dan Taman Bale Kemambang Purwokerto.

Untuk tarif masuk Lokawisata Baturaden yang semula Rp14.000 per orang, naik menjadi Rp20.000 per pengunjung. Dan untuk akhir pekan diberlakukan tarif Rp25.000 per orang. Kemudian untuk objek wisata Taman Bale Kemambang dan TRAP naik menjadi Rp5.000. Sebelumnya, tiket masuk kedua objek wisata di Kota Purwokerto tersebut hanya sebesar Rp2.500 per orang.

“Sudah diberlakukan mulai pertengah tahun lalu dan ini demi mendongkrak PAD sektor pariwisata, karena tingkat kunjungan menurun. Selain itu, selama ini tarif Lokawisata Baturaden juga termasuk paling murah, karena itu perlu penyesuaian,” jelasnya.

Lihat juga...