Urap, Kuliner Khas Sunda yang Pedas dan Nikmat

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Bandung tidak hanya dikenal karena warganya yang ramah dan alamnya yang eksotis, tapi juga populer dengan kekayaan kulinernya yang nikmat, salah satunya urap.

Kuliner yang berbahan dasar kacang panjang, tauge dicampur dengan kelapa parut yang dibumbui pedas, membuat menu pelengkap meja makan ini sangat menggugah selera.

Tidak sulit menemukan urap di Bandung. Hampir semua warung makan, khususnya yang menawarkan kuliner khas sunda menjajakkan urap. Harganya pun murah, dengan hanya Rp5.000 sudah bisa menikmatinya.

“Pokoknya, makanan yang bahan dasarnya sayur-sayuran kalau diolah sama orang sunda pasti enak,” ujar Ceu Oneng, salah seorang pemilik warung makan sunda di Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/7/2021).

Ceu Oneng (kanan), pemilik warung makan sunda di Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/7/2021). -Foto Amar Faizal Haidar

Menurut Ceu Oneng, membuat urap sangat mudah. Pertama siapkan bahan-bahan utama urap, antara lain kelapa parut dan kacang panjang.

“Terus siapkan juga bumbu-bumbu yang perlu dihaluskan, seperti cabai merah keriting, daun jeruk, bawang putih, kencur, bawang merah, gula pasir dan terasi,” tuturnya.

Ketika bumbu tersebut sudah dihaluskan, lalu satukan kelapa parut dan bumbu halus ke dalam wadah, aduk hingga rata.

“Siapkan daun pisang, bungkus kelapa parut yang sudah dicampur bumbu halus. Tusuk menggunakan lidi atau tusuk gigi hingga rapat dan pastikan tidak tumpah,” kata Ceu Oneng.

Setelah itu, kukus kelapa parutnya kurang lebih selama 30 menit. Sambil menunggu, bisa rebus terlebih dahulu kacang panjang, hingga empuk.

“Terakhir masukkan sayuran yang sudah direbus ke dalam wadah. Campurin bumbu urap bersama dengan sayur-sayuran itu. Beres deh,” jelas Ceu Oneng.

Di tempat berbeda, Popon (33) salah seorang penikmat urap menyebut, bahwa urap akan terasa lebih nikmat jika ditambahkan gorengan kacang atau gorengan ikan teri.

“Segar banget kalau dicampur teri. Jadi ada krius-kriusnya. Saya biasaya bikin sendiri, tapi kalau lagi malas ya mending beli, murah dan ngga ribet. Cuma ya itu ngga ada terinya,” kata Popon.

Menurutnya, yang membuat urap itu spesial dan khas adalah karena parutan kelapanya yang pedas, di tambah dengan aroma kencur yang menawan serta sedikit rasa terasi dan daun jeruk.

“Nah yang enak juga kalau makan urap pakai nasi liwet. Di Sunda mah terkenal ini. Wah rasanya enak sekali,” pungkas Popon.

Lihat juga...