Usaha Kuliner COD Tetap Bertahan di Tengah PKKM Darurat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Meskipun banyak usaha yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, namun tetap ada yang bertahan. Salah satunya adalah usaha kuliner katering yang menerapkan Cash On Delivery (COD) atau bayar ditempat.

Pelanggan catering COD di Purwokerto, Uchy Bramasto, Selasa (20/7/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Larangan untuk makan di tempat, membuat usaha katering yang menerapkan COD menjadi lebih banyak pesanan, karena menjadi alternatif pilihan ketika jamuan makan atau kebutuhan makan harus dipenuhi.

“Seringkali di kantor mengharuskan ada makan siang, saat ada rapat misalnya, maka pilihannya kita COD makanan,” kata salah satu pegawai Daop 5 Purwokerto, Uchy Bramasto, Selasa (20/7/2021).

Begitu pula saat pihak Daop 5 Purwokerto, harus mengundang beberapa pihak untuk acara tertentu, tidak ada jamuan makan di lokasi. Maka pilihannya adalah membawakan paket makanan lengkap untuk dibawa pulang oleh tamu undangan.

“Kalau mengundang dari luar kantor, biasanya untuk hidangan makanan kita pesankan, tetapi untuk dibawa pulang, jadi tidak ada makan di tempat juga,” tuturnya.

Salah satu usaha katering yang masih bertahan di tengan PPKM darurat adalah Aisha Catering yang berlokasi di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

Pemilik Catering Aisha, Yeni Indriana Sari mengatakan, selama pemberlakuan PPKM darurat, tetap ada pesanan catering yang masuk. Mulai dari instansi, perkantoran hingga perorangan. Banyaknya pesanan juga beragam, mulai dari 10 dus hingga 30-40 dus lebih.

“Meskipun tidak seramai sebelum PPKM darurat, tetapi pesanan tetap ada yang datang, karena kebutuhan makan itu setiap hari. Selama PPKM darurat ini, juga banyak rapat-rapat dilakukan ataupun tetap saja ada orang yang menggelar acara kecil-kecilan di rumah,” katanya.

Usaha kuliner COD ini memang berbanding terbalik dengan usaha rumah makan ataupun restoran yang biasanya omzet terbesar adalah dari orang-orang yang makan di tempat. Sehingga larangan untuk makan di tempat, sangat berdampak pada usaha restoran. Sementara kuliner COD, justru relatif bisa bertahan di tengah PPKM darurat.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHR) Kabupaten Banyumas, Irianto yang mengaku mendapat banyak keluhan dari pengelola restoran terkait turunnya omzet penjualan. Ditambah lagi dengan banyaknya penyekatan jalan yang membuat pengantar makanan kesulitan untuk mencapai rumah pelanggan.

“Usaha restoran sangat terdampak PPKM darurat sekarang ini, sebab mereka tetap harus menyetok berbagai bahan masakan, sementraa omzet turun dratis akibat larangan makan di tempat,” kata Irianto.

Lihat juga...