Vaksinasi di Banyumas Belum Mencapai 10 Persen

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Meskipun sudah dilakukan sejak bulan Februari lalu, namun vaksinasi di Kabupaten Banyumas sampai saat ini belum sampai menjangkau 10 persen dari jumlah penduduk Banyumas.

Karenanya, berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat vaksinasi, termasuk dengan menggandeng pihak-pihak swasta ataupun perguruan tinggi.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, sampai dengan hari ini jumlah warga Banyumas yang sudah menyelesaikan vaksinasi hingga dosis kedua baru 112.593 orang. Dan yang baru menyelesaikan vaksinasi dosis pertama ada 167.652 orang.

“Yang sudah menyelesaikan vaksinasi hingga dosis ke dua belum ada 10 persen dan sebagian besar didominasi oleh kalangan lansia serta petugas pelayanan publik. Karena itu Banyumas sangat butuh peran aktif semua pihak untuk menuntaskan vaksinasi,” kata Wabup, Senin (26/7/2021).

Lebih lanjut Sadewo menjelaskan, saat ini varian delta sudah masuk ke Banyumas dan sudah terdeteksi ada warga Banyumas yang terpapar varian delta. Sehingga percepatan vaksinasi sangat diperlukan, mengingat varian delta menyerang lebih ganas dibandingkan jenis sebelumnya.

Wabup juga mengapresiasi semua pihak yang turut berpartisipasi mengadakan gerakan vaksinasi gratis. Hanya saja, ia berpesan, dalam kegiatan tersebut tetap harus mengedepankan protokol kesehatan (prokes), jangan sampai menimbulkan kerumunan dan undangan untuk masyarakat diberikan sesuah vaksin datang.

“Berbagai kemungkinan sekarang sangat mungkin terjadi, pengiriman vaksin terlambat misalnya atau pengiriman jumlah vaksin tidak sesuai dengan yang diminta. Sehingga lebih baik, setelah dilakukan pendaftaran, undangan untuk masyarakat yang hendak vaksin diberikan setelah dipastikan vaksin datang,” pesannya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammdiyah Purwokerto (UMP), Dr Jebul Suroso menyampaikan, pihaknya membuka pemberian vaksinasi gratis untuk 5.000 warga Banyumas. Hal tersebut sudah diajukan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan sudah disetujui. Pemberian vaksin tersebut terbuka untuk semua masyarakat Banyumas, tidak hanya untuk warga kampus saja ataupun warga Muhammadiyah saja.

“Dalam situasi pandemi ini, UMP juga mengambil peran sebagai kampus kemanusiaan, sehingga turut serta mensukseskan program vaksinasi, karena itu kita berkomunikasi dengan Kemenkes dan mendapatkan alokasi 5.000 vaksin. Jika vaksin tahap pertama ini sukes, maka kita akan lakukan lagi tahap kedua,” jelasnya.

Ketua Satgas Covid UMP, Umi Solihah mengungkapkan, pendaftaran vaksin sudah memenuhi kuota 5.000 sehingga sudah ditutup. Dan untuk pelaksanaannya akan dilakukan pada bulan Agustus, dibagi menjadi empat hari untuk menghindari kerumunan.

“Nanti dilaksanakan di auditorium dan untuk yang menunggu giliran disediakan kursi di lapangan depan auditorium. Dalam satu hari akan dilakukan vaksin untuk 1.200 orang,” terangnya.

Lihat juga...