Visual Miliki Peran Penting dalam Penjualan Daring

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Perkembangan penjualan melalui digital memiliki kekhasan yang dulu tidak menjadi perhatian para pelaku UMKM. Yaitu visual menarik yang menjadikan suatu produk memiliki nilai untuk dibeli oleh konsumen.

Koordinator Inkubasi Teknologi, Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ana Harlina menjelaskan pentingnya visual dalam pemasaran produk di dunia digital, dalam acara online peningkatan produktivitas UMKM, Selasa (6/7/2021) – Foto Ranny Supusepa

Koordinator Inkubasi Teknologi, Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ana Harlina menyatakan, kecenderungan konsumen untuk membeli banyak dipengaruhi oleh tampilan produk yang disajikan di portal.

“Kalau kita mau beli online tapi fotonya tidak ada, apa masih jadi beli? Jadi kehadiran foto produk yang berkualitas akan meningkatkan keinginan orang untuk membeli. Sehingga penting untuk memastikan foto produk itu benar-benar bisa menarik konsumen,” kata Ana dalam acara online peningkatan produktivitas UMKM, Selasa (6/7/2021).

Ia menyebutkan dengan perubahan pola penjualan ke arah digital, ada penambahan aspek penjualan yang harus dipertimbangkan oleh para pelaku usaha UMKM.

“Kalau dulu kan hanya 4P, Price, Product, Place dan Production, lalu berubah menjadi 7P. Kalau sekarang jadi bertambah, 9P. Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, Partnership dan yang terakhir, yang menjadi daya tarik utama konsumen untuk membeli setelah harga adalah Photography,” urainya.

Ia menegaskan, memang faktanya, foto tidak bisa memberikan informasi rasa pada konsumen.

“Tapi dengan foto yang tepat maka konsumen akan memiliki image dalam pikirannya bahwa makanan itu enak. Kalau sudah dibeli, maka peran rasa akan menjadi penentu apakah konsumen akan membeli kembali atau tidak,” ucap Ana.

Karena itu, Ana menegaskan semua aspek dalam penjualan itu saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.

“Dengan adanya digitalisasi ini pun, jika konsumen tidak menyukai produk kita, akan bisa langsung berkomentar yang dapat dibaca oleh konsumen lainnya. Kalau enak atau memuaskan, juga bisa langsung disampaikan dan dibaca oleh konsumen lain. Jadi, penting sekali menjaga kualitas rasa dan tampilan nyata produk, di samping mempengaruhi konsumen melalui visual,” tandasnya.

Founder jepretproduk, Juan Jonathan menyampaikan tampilan visual yang menarik akan mendorong konsumen untuk membeli produk.

“Saat memasuki dunia digital maka yang akan pertama dibahas adalah visualnya,” kata Juan.

Lalu setelah visual maka yang berikutnya adalah deskripsi dari produk.

“Saat visual sudah menarik, lalu deskripsinya juga menarik hati konsumen maka closing rate bagi konsumen baru akan lebih besar. Jadi kalau bisa dibilang, emosi konsumen akan memainkan peran besar dalam penjualan suatu produk, dibandingkan logikanya,” urainya.

Visual yang menarik juga menjadi poin penting bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan bisnis barunya.

“Kita tidak bisa membandingkan bisnis baru dengan bisnis yang sudah berjalan tahunan atau puluhan tahun. Karena mereka sudah memiliki loyal customer atau sudah dikenal. Sementara kita yang baru ini, membutuhkan sesuatu yang mendorong konsumen mau mencoba atau membeli produk kita, yang kita dorong dengan visual yang menarik,” urainya.

Ada tigal aspek yang dapat digunakan dalam menciptakan visual yang menarik, yakni foto asli, ilustrasi dan wording (red: rangkaian kata).

“Dengan menggunakan tiga aspek ini, secara bersama atau terpisah, dengan komposisi dan tampilan tepat akan membuat produk kita mencuri perhatian konsumen secara tidak disadari, yang mampu memberikan efek lebih besar dibandingkan jika penjual melakukan hard sell,” pungkasnya.

Lihat juga...