Wagub Minta Pemuda Jabar Kerja Sama Jaga Kesehatan 

Editor: Makmun Hidayat

TASIKMALAYA —Wakil Gubernur Jawa Barat,  Uu Ruzhanul Ulum, meminta para pemuda wajib menjaga kesehatan dengan kesadaran kesehatan publik di atas kesehatan individu dan kelompok di tengah pandemi COVID-19.

“Kepemimpinan yang harus dimiliki generasi muda agar tetap berkembang di tengah pandemi ini,” ungkap Uu, saat membuka Latihan Kader III Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabar secara virtual dari Rumah Singgah Wakil Gubernur, di Kabupaten Tasikmalaya, melalui keterangan yang diterima Cendana News, Jumat (16/7/2021).

Sebab, imbuhnya jika pemuda tidak mengutamakan kesehatan publik artinya dia hidup bukan untuk negaranya. Namun hidup dengan ego yang tinggi.

“Kita pasti tergantung kepada orang lain, maka harus menghargai kesehatan orang lain. Bekerja sama dan saling menjaga kesehatan adalah cara pemuda Indonesia berkontribusi untuk komunitasnya,” kata Wagub Jabar.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum membuka Latihan Kader III Badan Koordinasi HMI Jabar secara virtual dari Rumah Singgah Wakil Gubernur, di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (16/7/2021). -Foto: M. Amin/HO-Biro Adpim Jabar

Hal lain ia meminta agar pemuda Jabar, siap mengelola tantangan hidup dengan karya kreatif sehingga dapat memunculkan peluang kerja bagi orang lain dan harus menjadi andalan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di era industri 4.0.

“Sikap ini penting karena sekarang perkembangan zaman berjalan cepat. Untuk itu penguatan potensi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis,” katanya.

Apalagi, Indonesia 20 tahun mendatang akan dipimpin milenial yang akan memasuki masa produktif. “Pemuda akan menjadi pemimpin di negeri ini yang akan menggantikan kami semua,” sebutnya meminta pemuda meningkatkan keterampilan, menambah wawasan sehingga dapat mandiri dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat .

Sementara itu Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil meninjau penyuntikan vaksin COVID-19 di sentra vaksinasi di Technopark, Kota Cimahi.

Selain di Kota Cimahi, BPBD Jabar menggelar sentra vaksinasi di Kota Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, dan Bekasi. Seluruh pelaksanaannya melibatkan Anggota Pramuka melalui program pengabdian masyarakat.

Anggota Pramuka diminta berperan aktif dalam menjaga kondusivitas sentra vaksinasi. Mulai dari mengatur alur, mencegah kerumunan hingga memberikan edukasi kepada warga.

“Mereka (Pramuka) jadi panitia, menjaga kondusivitas agar tidak berkerumun, membantu kelancaran, mengatur alur. Kolaborasi ini perlu dijaga, semoga bisa berkembang di daerah lainnya,” tuturnya.

Sentra vaksinasi di Kota Cimahi berlangsung selama 56 hari, mulai tanggal 14 Juli – 10 September 2021. Setiap harinya panitia mengalokasikan 2.000 dosis vaksin. Dengan demikian, selama 56 hari, 112 ribu dosis vaksin disuntikan kepada 56 ribu orang sebanyak dua kali.

Sejauh ini peserta vaksinasi didominasi oleh usia remaja. Menurut Atalia, hal itu sangat baik untuk mempercepat pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) pada pelajar dan mahasiswa. Dengan begitu, pembelajaran secara tatap muka bisa segera terlaksana.

“Saya kira ini adalah upaya agar mereka memiliki kekebalan dan nantinya secara bertahap bisa kembali belajar tatap muka di sekolah,” katanya.

Masyarakat diminta untuk memanfaatkan sentra vaksinasi gratis tersebut. Ia tak memungkiri masih ada orang tua yang ragu mengikutsertakan anaknya divaksin karena terpengaruh oleh informasi bohong atau hoaks tentang keamanan vaksin.

Lihat juga...