Warga Ancolmekar-Jabar Manfaatkan Sampah Organik Untuk Pakan Ikan

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Bagi sebagian masyarakat desa Ancolmekar di kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sampah organik atau sisa makanan merupakan limbah yang sangat bernilai. Pasalnya, sampah organik tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan di empang atau balong mereka.

“Orang sini rata-rata punya balong di samping rumah. Jadi, tidak ada yang buang sisa makanan ke sembarang tempat, tapi dijadikan pakan ikan,” ujar Tatang, salah seorang warga Ancolmekar yang juga memiliki empang, saat ditemui di kediamannya, Rabu (21/7/2021).

Menurut Tatang, ikan yang diternak mayoritas masyarakat Ancolmekar merupakan jenis nila dan lele, yang memang sangat cocok bila diberikan pakan berupa sisa makanan.

Tatang, warga desa Ancolmekar,  Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/7/2021). -Foto: Amar Faizal Haidar

“Jadi masyarakat tidak pernah beli makanan ikan, karena makanannya itu kalau tidak sisa makanan di rumah, ya paling rumput,” ucapnya.

“Makanya, di sini juga tidak ada petugas kebersihan yang angkut sampah. Karena sampah makanan untuk ikan dan sampah plastik dibakar saja,” sambung Tatang.

Sementara itu, Aning, warga Ancolmekar lainnnya juga mengutarakan,  saat ini masyarakat desa Ancolmekar mulai menggeluti usaha ternak cacing tanah. Hal itu pun membuat sampah organik makin banyak dimanfaatkan.

“Mungkin ke depan akan makin banyak lagi yang ternak cacing, karena hasilnya lumayan, dan sisa makanan bisa dimanfaatkan untuk makanan cacing,” tuturnya.

Menurut Aning, pemanfaatan sampah organik sangat berdampak pada kebersihan lingkungan di wilayah desa Ancolmekar. Ia pun menyebut, hampir tidak ditemukan tumpukan sampah liar di wilayah tersebut.

“Coba saja datang lihat, bersih desa ini, mah. Memang karena lokasinya juga di perkampungan, jadi masyarakat punya lahan agak luas untuk kelola sampahnya sendiri, berbeda dengan di kota,” pungkas Aning.

Lihat juga...