Warga Bantaragung Mulai Rasakan Manfaatkan Pengembangan Sektor Pariwisata

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAJALENGKA — Perkembangan sektor pariwisata di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Bantaragung Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat sejak beberapa tahun terakhir, diketahui sudah mulai memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

Salah seorang warga desa Bantaragung, Sahoni, (54) yang menjadikan rumahnya sebagai homestay. Foto: Jatmika H Kusmargana

Warga desa yang mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang maupun buruh, saat ini bahkan terlihat mulai berani membuka usaha di sektor pariwisata. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya usaha jasa wisata seperti penginapan atau homestay di desa yang terletak di lereng sisi utara gunung Ciremai ini.

“Sejak tiga tahunan terakhir ini (desa Bantaragung) semakin ramai wisatawan asal luar daerah. Sehingga tak sedikit warga mulai membuka homestay. Lumayan untuk tambahan pemasukan sehari-hari,” ujar salah seorang warga desa Bantaragung, Sahoni, kepada Cendananews belum lama ini.

Sahoni yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang bakso ini merupakan satu dari sekian banyak warga desa yang kini memiliki usaha penyewaan homestay di rumahnya. Ia mengaku memberanikan diri membuka setelah melihat banyak pelancong atau wisatawan yang kesulitan mencari penginapan di sekitar Bantaragung.

“Apalagi sejak sekitar 2018 itu, Koperasi (Cipta Agung Mandiri), aktif mendorong warga untuk membuka homestay. Dari situ lah saya juga tergugah untuk membuka. Terlebih, Koperasi juga banyak mendukung dengan memberikan pinjaman modal,” ungkapnya.

Sejak didirikan 2018 lalu, Koperasi Cipta Agung Mandiri yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, aktif melakukan berbagai upaya pemberdayaan di desa Bantaragung. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, Koperasi Cipta Agung Mandiri banyak menjalanan program pembangunan baik di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan hingga ekonomi.

Di samping menjalankan program lantainisasi bagi sebanyak 60 KK, program Jambanisasi bagi sebanyak 30 KK, pembangunan masjid dan jalan desa, Koperasi Cipta Agung Mandiri juga aktif membantu akses permodalan warga desa melalui unit simpan pinjam Modal Kita. Saat ini bahkan tercatat sudah ada 800 warga menerima manfaat pinjaman modal ini. Yakni dengan total jumlah guliran dana mencapai Rp1,3 milyar.

“Saya sudah tiga kali memanfaatkan pinjaman modal dari Koperasi. Mulai dari Rp2 juta, Rp4 juta hingga Rp8 juta. Selain bunganya ringan, syaratnya juga sangat mudah dan dekat dengan rumah. Pinjaman modal itu saya gunakan untuk tambahan modal berdagang bakso serta merenovasi rumah saya menjadi homestay,” ungkap Sahoni.

Kini lelaki 54 tahun itu bisa mendapatkan pemasukan dari dua sumber sekaligus. Yakni dari berdagang bakso serta penyewaan homestay. Dengan tambahan jenis usaha di sektor pariwisata inilah pemasukan Sahoni pun otomatis menjadi semakin meningkat.

“Sekali menginap tarifnya Rp150 ribu. Biasanya kalau sedang musim liburan, saya bisa dapat tamu homestay sampai 4 kali. Setiap tamu itu rata-rata menginap sampai 2-3 malam. Ya lumayan, buat tambahan pemasukan,” ungkapnya.

Lihat juga...