Warga Desa Ganda Mekar Tolak Pengeboran Sumur untuk Industri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Warga Dusun I RT04/02, Desa Ganda Mekar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menolak aktivitas pengeboran sumur bor oleh salah satu perusahaan yang berada tepat disamping pemukiman warga.

Penolakan tersebut karena pengeboran yang dilakukan untuk keperluan perusahaan yang diketahui bergerak di bidang industri pengolahan aluminium.

Warga sekitarnya khawatir pengeboran guna kebutuhan industri tersebut berdampak pada sumber air di lingkungan setempat. Protes warga telah disampaikan langsung dengan bertemu pihak perusahaan, tetapi belum ada kepastian, apakah berhenti total atau hanya sementara, kemudian dilanjutkan lagi.

“Kemarin kami protes langsung, setelah sehari melakukan aktivitas pengeboran sumur bor, akhirnya berhenti. Kami pun bertemu dengan pihak perusahaan, meminta ditutup total,” kata Wahab, salah satu sesepuh di lingkungan tersebut kepada Cendana News, Rabu (28/7/2021).

Wahab, salah satu tokoh masyarakat di RT 04/02 Desa Ganda Mekar, Kabupaten Bekasi, saat ditemui Cendana News, Rabu (28/7/2021) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, permintaan tersebut atas kesepakatan warga di RT 04. Dipastikan, semua warga menolak pengeboran sumur guna keperluan industri.

Menurut Wahab, ia bersama warga lainnya di lingkungan tersebut sudah sepakat menolak. Hal itu tidak lain karena kekhawatiran yang berdampak pada lingkungan sekitar terutama air. Karena hampir 100 persen warga di lingkungan di RT 04/02 mengandalkan penghasilan dari kontrakan.

“Kami di sini hampir merata mengandalkan pemasukan dari hasil kontrakan. Tentu penggunaan air cukup maksimal. Jika perusahaan yang berada di samping pemukiman ini mengebor sumur buat industri, kami khawatir terjadi kekeringan nantinya,” jelas Wahab.

Dia menyampaikan, jika pengeboran itu untuk kebutuhan konsumsi atau lainnya, maka warga sebenarnya tidak mempersoalkan. Tapi, ternyata hal itu untuk kebutuhan industri. Pengeboran air untuk industri pengolahan aluminium karena mereka tidak menggunakan saluran air dari Kalimalang.

Adam dan Budi warga lainnya, membenarkan,  mereka telah bertemu dengan pihak perusahaan dan sempat terjadi komunikasi atau lobi-lobi yang dilakukan pihak perusahaan. Tapi jelasnya, warga tetap menolak dengan mengatakan harga mati.

“Setelah pertemuan kemarin, ada beberapa tuntutan warga yang diajukan. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari perusahaan. Kami masih menunggu apa kelanjutannya, pastinya penolakan warga itu sudah harga mati,” jelasnya seraya menegaskan pengeboran itu sendiri belum mempunyai izin warga lingkungan setempat.

Ada pun poin yang diusulkan ke PT. Alcomex dan telah disampaikan secara tertulis, pertama menghentikan pengeboran yang sedang berlangsung karena tidak ada izin yang resmi dari warga setempat.

Kedua, menutup sumur bor yang telah beroperasi karena tidak pernah ada izin dari warga. Selanjutnya warga meminta membuat pernyataan di atas meterai, tidak akan melakukan pengeboran sebelum ada persetujuan dari warga.

Budi menambahkan, sebelumnya warga juga merasa ditipu, karena diminta tanda tangan untuk pengambilan sembako. Ternyata, tanda tangan untuk pengeboran. Hal itu juga sempat membuat warga protes.

Lihat juga...